Hubungi humas

Tujuh Dosen IAIN SAS Bangka Belitung Ikuti PKDP di Palembang untuk Perkuat Kompetensi Akademik

Palembang, Sebanyak tujuh dosen muda dari IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung mengikuti kegiatan *Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) yang diselenggarakan oleh UIN Raden Fatah Palembang sebagai Perguruan Tinggi Pelaksana (PTP).

Kegiatan berlangsung di The Zuri Hotel Palembang pada 15–16 Juni 2026 dan menjadi salah satu program strategis dalam meningkatkan kapasitas serta profesionalisme dosen pemula di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

PKDP tahun ini diikuti oleh 147 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi keagamaan di Wilayah II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Program ini dirancang untuk membekali dosen pemula dengan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang diperlukan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik di perguruan tinggi.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. H. Muhammad Adil, M.A., selaku Rektor UIN Raden Fatah Palembang. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dosen merupakan pilar utama dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi. Oleh karena itu, penguatan kompetensi dosen pemula menjadi langkah penting dalam mencetak tenaga pendidik yang profesional, inovatif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Pada sesi pembukaan, para peserta juga mendapatkan materi penguatan kebijakan pendidikan tinggi keagamaan Islam yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam paparannya, Prof. Suyitno menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi keagamaan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen sebagai ujung tombak proses pembelajaran. Ia mengajak para peserta untuk terus mengembangkan kapasitas akademik, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika pendidikan di era digital.

Kegiatan PKDP dilaksanakan selama tiga hari secara tatap muka, mulai Senin hingga Rabu, 15–16 Juni 2026, dan akan dilanjutkan melalui pembelajaran daring selama dua minggu ke depan.

Selama pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi terkait pengembangan pembelajaran di perguruan tinggi, penyusunan perangkat pembelajaran, strategi evaluasi pembelajaran, etika profesi dosen, hingga penguatan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.

Adapun tujuh dosen IAIN SAS Bangka Belitung yang mengikuti kegiatan PKDP tersebut adalah : 1. Anja Kusuma Atmaja, M.Sos., 2. Abi Apriyadi, M.A., 3. Rifyal Zuhdi Gultom, M.S.E.I., 4. Sabarrudin, M.Pd., 5. Yudha Adytya Pertywy, M.Par., 6. Deka Sulastri, M.Pd., dan 7. Agnes Fransiska Dewi, M.Par.

Menurut salah satu peserta,Agnes Fransiska Dewi, M.Par., Keikutsertaan para dosen dalam program PKDP merupakan bagian dari komitmen IAIN SAS Babel dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mutu pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan ini, para dosen diharapkan mampu mengembangkan kompetensi mengajar yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta menghadirkan proses pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan mahasiswa dan tuntutan dunia kerja.Ujarnya

Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas akademik, PKDP juga menjadi wadah strategis bagi para dosen pemula untuk membangun jejaring profesional dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi keagamaan di wilayah Sumbagsel.

Interaksi dan kolaborasi yang terjalin selama kegiatan diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Dengan mengikuti PKDP, para dosen IAIN SAS Bangka Belitung diharapkan semakin siap menjalankan perannya sebagai pendidik profesional yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga mampu menjadi agen transformasi pendidikan yang berintegritas, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Melalui peningkatan kompetensi yang berkelanjutan, IAIN SAS Bangka Belitung terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, moderat, dan responsif terhadap tantangan masa depan.(*)

Bagikan ini: