
Bangka,25/6/2026 Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyerahkan Kotak Aspirasi kepada Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja, Kabupaten Bangka, Kamis (25/6/2026).
Program tersebut bertujuan menyediakan wadah bagi santri untuk menyampaikan aspirasi, kritik, saran, maupun keluhan selama berada di lingkungan pesantren.
Penyerahan kotak aspirasi dilakukan secara langsung kepada pihak Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja dan diterima oleh Kepala Koordinator Asrama.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif antara santri dan pengurus pesantren dalam menyampaikan berbagai masukan terkait kehidupan di lingkungan pesantren.
Melalui kotak aspirasi ini, santri diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat secara terbuka tanpa harus merasa khawatir identitasnya diketahui oleh pihak lain.
Selain itu, sistem yang diterapkan juga memperhatikan aspek kerahasiaan sehingga isi aspirasi hanya dapat diakses oleh pengurus pesantren untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari mata kuliah Manajemen Public Relations yang diampu oleh Sekar Putri, S.I.Kom., M.A.
Melalui program ini, mahasiswa menerapkan praktik komunikasi dan hubungan masyarakat secara langsung di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan pesantren.
Kepala Koordinator Pengasuh Asrama Putra sekaligus Pengajar Tahfizh Qur’an, Ustadz Adit Aryudi, menyambut baik program yang diinisiasi mahasiswa KPI tersebut.
Menurutnya, keberadaan kotak aspirasi dapat membantu pesantren dalam menampung berbagai masukan dari para santri.“Kami menyambut baik program ini karena dapat menjadi wadah bagi santri untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Semoga keberadaan Kotak Aspirasi ini dapat membantu menciptakan lingkungan pesantren yang lebih komunikatif, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan para santri,” ujarnya.
Program penyerahan kotak aspirasi ini diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya komunikasi yang lebih terbuka antara santri dan pengurus pesantren sehingga berbagai kebutuhan maupun permasalahan yang dihadapi santri dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara lebih efektif.(*)

