Chat atau Telepon

Hi! Silahkan klik WA di bawah untuk konsultasi WhatsApp

Kami akan balas dalam beberapa menit.
Hubungi humas

Sutia: Mahasiswa IAIN SAS Babel Kenalkan Budaya Bangka Lewat Puisi

PADANG — Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Sutia Andriyani, tampil pada cabang lomba Puisi dalam ajang 4th SEIBA International Festival 2026 yang berlangsung di Aula Gedung J Lantai 2, Rabu (8/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Sutia membawakan puisi berjudul “Sepintu Sedulang: Jiwa Bangka yang Tak Pernah Hilang”, sebuah karya yang ia tulis sendiri dengan mengangkat tradisi nganggung sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Bangka Belitung.

Melalui puisinya, Sutia menggambarkan nilai kebersamaan, identitas, serta kecintaan masyarakat Bangka terhadap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.Salah satu penggalan puisi yang dibacakannya berbunyi:"Dari sebuah dulang, kutemukan warisan.

Dari sebuah warisan, kutemukan jati diri. Dan dari jati diri itulah, aku mengenal Bangka. Aku anak Bangka, lahir di tanah granit yang perkasa, dibesarkan ombak Parai dan Matras yang menawan, tumbuh bersama kisah para leluhur."Penampilan Sutia berlangsung penuh penghayatan dan berhasil menarik perhatian penonton.

Ia tampil percaya diri dengan membawa properti berupa dulang dan tudung saji berwarna dominan merah, kuning, dan hijau yang menjadi ciri khas budaya Bangka Belitung. Kehadiran properti tersebut semakin memperkuat pesan budaya yang ingin disampaikan melalui puisinya.

Official cabang puisi, Safril, mengungkapkan bahwa proses persiapan yang dilakukan tidak terlalu sulit karena Sutia telah memiliki bakat dalam membaca dan mengekspresikan puisi.“Latihannya tidak terlalu sulit karena Sutia sudah memiliki bakat dalam membaca dan berekspresi saat berpuisi.

Kami hanya melakukan pemantapan pada pengucapan setiap kata, mimik wajah, serta tone suara yang digunakan. Latihan dilakukan secara intensif di studio kampus dan aula kampus,” ujarnya.

Menurut Safril, penampilan Sutia terasa menyentuh karena ia mampu menghayati setiap bait puisi yang ditulisnya sendiri. Ia berharap penampilan tersebut dapat menjadi representasi terbaik IAIN SAS Bangka Belitung dalam ajang internasional tersebut.“Penampilannya menyentuh karena memang ia menghayati setiap puisi yang ia tulis sendiri.

Harapan saya selaku pembina, Sutia dapat memberikan penampilan terbaik dan jujur, karena SEIBA adalah ajang pertunjukan, bukan sekadar perlombaan,” tambahnya.

Melalui karya yang mengangkat tradisi nganggung, Sutia tidak hanya menampilkan kemampuan berpuisi, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Bangka Belitung kepada peserta dan penonton dari berbagai perguruan tinggi serta negara yang berpartisipasi dalam 4th SEIBA International Festival 2026. (*)

Bagikan ini: