
Petaling, 11 Juli 2026 - Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Petaling, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Hilirisasi Potensi Lokal dan Pemberdayaan Desa Berkelanjutan”. Tema ini menegaskan komitmen IAIN SAS Bangka Belitung untuk menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu mendorong pengembangan potensi unggulan desa menjadi program yang produktif, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan.
Kegiatan pembekalan dan pelepasan dihadiri oleh Bupati Bangka Selatan, H. Riza Herdavid, S.T., M.Tr.IP., Wakapolres Bangka Selatan, Kompol Muhammad Riduan, S.H, Wakil Rektor I, Dr. Iskandar, S.H., S.Ag., M.Hum., MIFA, Wakil Rektor II Dr. Nikmarijal, M.Pd, Ketua LP2M IAIN SAS Bangka Belitung, Dr. Hj. Soleha, M.A. Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Atikah Dewi Utami, M.Si., Kepala Pusat Penelitian dan Publikasi Imiah, Mursyidul Wildan, M.H, Seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), OPD Bangka Selatan, Camat dan Kepala Desa Bangka Selatan, Kehadiran Bupati Bangka Selatan menjadi bagian penting dalam memberikan penguatan dan gambaran kepada mahasiswa mengenai kondisi, kebutuhan, serta potensi masyarakat di wilayah pelaksanaan KKN.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai peran dan tanggung jawab selama berada di tengah masyarakat.
Mahasiswa diharapkan mampu melakukan pemetaan sosial, mengenali potensi lokal, memahami permasalahan desa, serta menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.
Wakil Rektor 1 Dr. Iskandar, S.H., S.Ag., M.Hum., MIFA , menekankan bahwa KKN merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar beradaptasi, membangun komunikasi, bekerja sama, serta memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua LP2M IAIN SAS Bangka Belitung, Dr. Hj. Soleha, M.A., menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN Tahun 2026 diarahkan pada program-program yang kontekstual dan berdampak.
Program mahasiswa diharapkan dapat mendukung penguatan moderasi beragama, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan literasi, pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.Kehadiran Bupati Bangka Selatan juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memperoleh data dan informasi yang lebih komprehensif, sekaligus memastikan bahwa program KKN selaras dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan Kabupaten Bangka Selatan.
Melalui tema hilirisasi potensi lokal, mahasiswa didorong untuk tidak berhenti pada tahap identifikasi potensi desa. Mahasiswa diharapkan mampu membantu masyarakat mengolah potensi tersebut menjadi produk, layanan, atau kegiatan yang memiliki nilai tambah.
Potensi di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, keagamaan, serta budaya lokal dapat dikembangkan melalui inovasi, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas produk, pemasaran digital, dan perluasan jejaring kemitraan.Kegiatan pembekalan sekaligus menjadi ruang untuk menanamkan etika pengabdian kepada mahasiswa.
Selama menjalankan KKN, mahasiswa diminta menjaga nama baik institusi, menghormati adat dan budaya masyarakat setempat, membangun koordinasi dengan pemerintah desa serta tokoh masyarakat, dan mengedepankan pendekatan yang partisipatif dalam setiap program yang dilaksanakan.
Pelepasan mahasiswa KKN Tahun 2026 menandai dimulainya proses pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Dengan semangat “IAIN SAS Babel Mengabdi” dan nilai Kementerian Agama Berdampak, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi nyata bagi masyarakat.(*)



