Peringati Hari Anak Nasional 2026, IAIN SAS Babel Teguhkan Komitmen Bersama Lindungi Generasi Penerus Bangsa

Bangka,23/7/2026. Institut Agama Islam Negeri(IAIN)Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menggelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 di halaman Gedung pascasarjana pada Kamis (23/7/2026) pagi.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh segenap pejabat,Rektor IAIN SAS Babel Prof. Dr. H. Janawi, M.Ag., Wakil Rektor., Kepala Biro AUAK., Para Dekan.,Direktur Pascasarjana dan seluruh pegawai di lingkungan IAIN SAS Bangka Belitung.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wakil Rektor I Dr. H. Iskandar, S.H., S.Ag., M.Hum., MIFA.Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Iskandar membacakan amanat tertulis dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi. Membuka amanatnya, ia mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan puji dan syukur atas kesempatan memperingati momentum penting pemenuhan hak-hak anak Indonesia.

Pada peringatan ke-42 tahun 2026 ini, tema utama yang diusung adalah "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", dengan tagline "Sayang Anak Sayang Indonesia" serta tagar kampanye #HariAnakNasional2026 dan #SayangAnakSayangindonesia.

"Selamat Hari Anak kepada seluruh anak-anak Indonesia. Semoga anak-anak di seluruh pelosok tanah air dapat merayakan, merasakan, dan memeriahkan hari istimewa ini secara serentak dan langsung," ucap H. Iskandar membacakan sambutan Menteri PPPA.

Sesuai amanat Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1984, HAN merupakan momentum bersama untuk mengampanyekan hak hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta perlindungan anak dari kekerasan dan diskriminasi.

"Tema ini penegasan bahwa anak adalah subjek pembangunan yang berharga, dihormati, dan didengar pendapatnya. Investasi terbaik bangsa ini bukan semata-mata pada infrastruktur, melainkan pada setiap anak Indonesia.

Ketika kita bersatu melindungi anak, kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju dan berkelanjutan," tegas Iskandar .

Dalam amanat tersebut juga ditekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, masyarakat, hingga pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang aman.

Komitmen ini diwujudkan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas #RANA) dan dilanjutkan dengan kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak).

Gerakan ini bertujuan menjadikan perlindungan anak, baik di dunia nyata maupun ruang digital sebagai budaya dalam kehidupan bermasyarakat.

Penyelenggaraan HAN tahun ini memegang lima prinsip utama: ramah anak, desentralisasi, apresiatif, partisipatif-kolaboratif, serta berdampak.

Selain itu, ditanamkan pula nilai-nilai dasar bagi anak Indonesia, yakni Berakhlak Mulia, Bahagia, Peduli, Berani, Cerdas, Solidaritas, Aman, dan Bertanggung Jawab.

Menutup amanat Menteri PPPA, Dr. H. Iskandar menyampaikan pesan mendalam yang ditujukan langsung kepada seluruh anak-anak Indonesia."Kalian berhak untuk aman dan bahagia di rumah, sekolah, ruang publik, maupun dunia digital. Berbeda itu biasa, berteman itu luar biasa.

Jika merasa tidak nyaman, mengalami kekerasan, atau melihat teman mengalaminya, jangan diam. Ceritakan kepada orang dewasa yang dipercaya atau hubungi layanan SAPA 129. Negara akan selalu hadir untuk kalian," tutupnya.

Peringatan HAN ke-42 di IAIN SAS Babel ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui perlindungan dan pemenuhan hak anak secara berkelanjutan.(*)

Bagikan ini: