
Makassar, 24 Juli 2026 — Tiga dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung turut ambil bagian dalam The 6th International Conference on Islamic Family Law (ICoIFL of PDHKI) dan The 2nd International Conference of Law and Contemporary Islamic Law (ICoCIL) 2026 yang berlangsung pada 22–24 Juli 2026 di Hotel Aryaduta Makassar.
Konferensi internasional yang mengusung tema besar “Ecotheology and Family Law Transformation” ini diselenggarakan oleh Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam Indonesia (PDHKI) bekerja sama dengan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar.
Forum ini mempertemukan akademisi dan pakar dari berbagai negara untuk membahas pengembangan hukum keluarga Islam yang adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk isu lingkungan.Dekan FSEI IAIN SAS Babel, Dr. Hendra Cipta, M.S.I , mempresentasikan paper berjudul “When #Marriageisscary Redefines Islamic Family Law in Indonesia and Thailand.” Penelitian ini merupakan hasil kerja sama dengan dosen dari Fatoni University Thailand.
Paper tersebut mengkaji fenomena sosial yang berkembang di kalangan generasi muda, di mana tagar #MarriageIsScary ramai diperbincangkan di media sosial sebagai cerminan keresahan terhadap institusi pernikahan.
Penelitian ini membandingkan bagaimana hukum keluarga Islam di Indonesia dan Thailand merespons pergeseran persepsi Gen Z terhadap pernikahan, serta implikasinya terhadap kebijakan hukum keluarga di kedua negara.
Dr. Darmiko Suhendra, M.Ag , dosen FSEI IAIN SAS Babel, mempresentasikan artikelnya yang berjudul “Poverty and The Fulfillment of Muslim Children’s Rights: The Maqāṣid Al-Syarī‘ah Perspective in Religious Court Rulings.”
Penelitian ini mengangkat isu kemiskinan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi pemenuhan hak-hak anak Muslim di Indonesia, dengan menggunakan pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah (tujuan-tujuan syariat) sebagai instrumen analisis terhadap putusan-putusan pengadilan agama.
Sementara itu, Furziah, M.H , mewakili ketua penulis Dr. Hendra Cipta, M.S.I, mempresentasikan artikel berjudul “The Tree Seedling Donation at The Indonesian Office of Religious Affairs.” Penelitian ini menyoroti program donasi bibit pohon yang dilaksanakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) di Indonesia sebagai salah satu bentuk implementasi ekoteologi dalam praktik keagamaan sehari-hari.
Partisipasi ketiga dosen FSEI IAIN SAS Babel ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi, sekaligus menunjukkan kontribusi akademik dosen IAIN SAS Babel di kancah internasional.
Sebelumnya, FSEI IAIN SAS Babel juga telah mencatatkan sejumlah prestasi di berbagai ajang internasional.
Konferensi ini menghadirkan sejumlah pakar dari berbagai negara sebagai pembicara utama. Mereka adalah Prof. Dr. Jasser Auda (Professor Fellow ISTAC-IIUM Malaysia–Kanada), Prof. Dato' Dr. Nik Salida Suhaila Nik Saleh (Vice Rector for Academic Affairs, USIM Malaysia), Prof. Dr. Sudirman, M.A. (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), Prof. Dr. H. Abd. Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A. (UIN Alauddin Makassar), dan Prof. Madya Dr. Ibnor Azli Ibrahim (UNISSA Brunei Darussalam). Prof. Jasser Auda dan Prof. Madya Dr. Ibnor Azli Ibrahim mengikuti sesi secara daring, sementara diskusi dipandu oleh dosen UIN Alauddin Makassar, Dr. H. Abdul Wahid Haddade, Lc., M.HI.
Konferensi ini diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru yang kontributif bagi pengembangan ilmu hukum Islam, khususnya dalam merespons isu-isu global seperti ekologi, keadilan sosial, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan.(*)

