
Makassar, 23 Juli 2026 — Even The 6th International Conference on Islamic Family Law (ICoIFL of PDHKI) dan The 2nd International Conference of Law and Contemporary Islamic Law (ICoCIL) 2026 yang berlangsung pada 22–24 Juli 2026 di Hotel Aryaduta Makassar memberikan kesan tersendiri bagi Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dr. Hendra Cipta, M.S.I. Pasalnya, pada even bergengsi ini, artikel yang dipublikasikannya berhasil meraih penghargaan Best Paper.
Konferensi internasional yang mengusung tema besar "Ecotheology and Family Law Transformation" ini mempresentasikan 145 paper dari dosen dan peneliti yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, baik nasional maupun internasional.
Di tengah ketatnya kompetisi akademik tersebut, artikel Dr. Hendra Cipta yang berjudul "When #Marriageisscary Redefines Islamic Family Law in Indonesia and Thailand" berhasil menarik perhatian reviewer dan dewan juri dan dinobatkan sebagai makalah terbaik. Artikel yang dipresentasikan ini menawarkan gagasan baru di bidang hukum keluarga Islam.
Penelitian tersebut mengupas tuntas fenomena tagar #MarriageIsScary yang marak di media sosial. Temuan utamanya mengungkap bahwa narasi "pernikahan itu menakutkan" bukanlah bentuk penolakan absolut terhadap pernikahan, melainkan lebih merupakan bentuk resistensi simbolik terhadap sejumlah persoalan mendasar.
Penelitian ini juga menyoroti peran media sosial dalam membentuk apa yang disebut sebagai "epistemologi pernikahan berbasis ketakutan kolektif".
Platform digital telah menjadi ruang bagi generasi muda untuk berbagi keresahan dan pengalaman, yang pada gilirannya membentuk persepsi kolektif tentang institusi pernikahan.
Penghargaan Best Paper yang diraih oleh Dr. Hendra Cipta, M.S.I menjadi kebanggaan tersendiri bagi FSEI IAIN SAS Babel. Capaian ini semakin mengukuhkan posisi fakultas sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan keilmuan hukum keluarga Islam di tingkat internasional.
Prestasi ini juga sejalan dengan berbagai upaya FSEI IAIN SAS Babel dalam memperkuat jejaring akademik dan publikasi ilmiah, sebagaimana tergambar dalam kerja sama strategis yang telah dijalin dengan Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam Indonesia (PDHKI) dan Asosiasi Pengelola Hukum Keluarga Islam (APHKI).
Konferensi yang diselenggarakan oleh PDHKI bekerja sama dengan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar ini menghadirkan sejumlah pakar dari berbagai negara sebagai pembicara utama.
Mereka adalah Prof. Dr. Jasser Auda (Professor Fellow ISTAC-IIUM Malaysia–Kanada), Prof. Dato' Dr. Nik Salida Suhaila Nik Saleh (Vice Rector for Academic Affairs, USIM Malaysia), Prof. Dr. Sudirman, M.A. (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), Prof. Dr. H. Abd. Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A. (UIN Alauddin Makassar), dan Prof. Madya Dr. Ibnor Azli Ibrahim (UNISSA Brunei Darussalam).
Prof. Jasser Auda dan Prof. Madya Dr. Ibnor Azli Ibrahim mengikuti sesi secara daring, sementara diskusi dipandu oleh dosen UIN Alauddin Makassar, Dr. H. Abdul Wahid Haddade, Lc., M.HI.
Forum ini diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru yang kontributif bagi pengembangan hukum keluarga Islam yang adaptif terhadap tantangan zaman.(*)


