
Pangkalpinang – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangkui bekerja sama dengan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung menggelar kegiatan tausiyah keagamaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang pada Rabu (29/07/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Rangkui bersama mahasiswa PPL, yaitu Muhammad Habib Rizky Mahasiswa prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).
Kegiatan yang ditujukan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ini merupakan bentuk sinergi berkelanjutan antara Kementerian Agama dan Lembaga Pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan mental dan spiritual, sekaligus membentuk karakter warga binaan.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Rangkui, Ustaz Syarif, hadir langsung memimpin jalannya tausiyah. Dalam penyampaiannya, ia mengangkat tema pentingnya memperkuat keimanan dan memperbaiki akhlak.
Melalui pendekatan spiritual yang hangat dan komunikatif, Ustaz Syarif mengajak para warga binaan menjadikan masa pembinaan di Lapas sebagai momentum untuk introspeksi diri, memperdalam pemahaman agama, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.
Selain mengikuti penyampaian materi keagamaan, warga binaan juga diberikan kesempatan berdialog secara interaktif mengenai berbagai persoalan keagamaan dan kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa PPL turut berperan aktif dalam mendampingi jalannya kegiatan, membantu koordinasi, serta berinteraksi dengan peserta sebagai bentuk implementasi kompetensi dakwah dan komunikasi Islam yang diperoleh selama perkuliahan.
Melalui kolaborasi lintas instansi yang berkesinambungan ini, KUA Kecamatan Rangkui berharap pembinaan spiritual bagi warga binaan dapat terus terlaksana secara berkelanjutan.
Dengan bekal moral, mental, dan pemahaman keagamaan yang lebih baik, para warga binaan diharapkan mampu menjadi pribadi yang berakhlak mulia, produktif, dan siap memberikan kontribusi positif bagi keluarga maupun masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.(*)

