
Bangka Tengah. Siswa siswi di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, diberi pemahaman tentang finansial dan ekonomi syaraiah oleh tim pengabidan dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN)Syaikh Abdurrahman Siddik, Bangka Belitung.
Rabu (12/08/2026) Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Bupati Bangka Tengah, dengan konsep seminar serta diskusi secara terarah dan dikemas menarik ala generasi muda kini.
Dalam materi yang disampaikan oleh Riyani Fitri Lubis, M.E, dosen FSEI sekaligus tim pengabdian pada masyarakat, ekonomi syariah adalah cara mengatur kegiatan ekonomi berdasarkan prinsip islam, agar aktivitas mencari dan menggunakan harta dilakukan secara halal, adil, jujur bertanggung jawab dan tidak merugikan orang lain.
"Coba sebutkan aktivitas sehari-hari adik-adik yang berkaitan ekonomi," tanya narasumber pada peserta" Membeli makan dan minum di sekolah bu," sebut siswa" Menabung, minjam uang, patungan bantu teman bu," sahut siswa lainnya" Semuanya benar," kata RiyaniDia melanjutkan, ada lima prinsip sederhana yang perlu diketahui mengenai ekonomi syariah.
Pertama halal, kedua jujur, ketiga adil, keempat amanah dan kelima berbagi. Maksud dari halal ini misalnya barang yang akan dijual didapatkan secara baik. Kemudian jujur dengan kondisi keadaannya, dan tidak merengambil keuntungan dengan merugikan orang lain.
Lalu amanah dengan menjaga kepercayaan dan berbagi dari hasil yang telah didapatkan. "Ayoooo disini ada yang berdagang meskipun kecil-kecilan? Sudah menerapkan prinsip ekonomi syariah belum, dengan barang yang dijualnya," goda narasumber pada peserta Riyani melanjutkan pengetahuan ekonomi syariah kini telah berkembang sangat luas.
Dalam pemahamannya yakni bagaimana tentang mencari, menggunakan, berbagi harta dengan cara yang halal, adil dan bermanfaat"Sebagai contoh kegiatan non bank yang berkaitan dengan syariah, kegiatan sosial seperti zakat infak, sedekah.
Lalu juga gaya hidup halal misalnya pariwiata halal, produk-produk halal juga makan dan minuman halal," papar Riani
Pada kesempatan ini, narasumber juga menerangkan tentang riba, investasi, zakat, infak sedekah dan wakaf.
Menurutnya, ekonomi syariah mengajarkan bahwa harta juga memiliki dimensi sosial. Melalui zakat bagi yang memenuhi persyaratan, kemudian berinfak guna mengeluarkan harta untuk kebaikan, sedekah dan juga wakaf.
Kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim Dosen FSEI IAIN SAS Babel ini tentunya berkolaborasi dengan tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka Tengah. Bursa Efek Indonesia perwakilan Bangka Belitung dan Galeri Investasi Syariah IAIN SAS BABEL serta BNN Bangka Belitung.
Hadir dalam kegiatan yang bertema 'literasi finansial remaja: jago ngatur uang jajan biar ngak nyesel di tanggal tua' ini ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka Tengah, drg. Eva Algafri, Devi Efrianda, wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka Tengah beserta jajarannya.
Tim pengabdian Dosen FSEI Kiki Listari, M.M, Rizki, M.Ak, Riyani Fitri Lubis, M.E, Yolanda Destiana, M.M, Agnes Fransiska Dewi, M.Par, Muhamad Nurdin, beserta mahasiswa.(*)

