
Tanjung Labu. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Desa Tanjung Labu IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2026 sukses menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Stunting di SMA Negeri 1 Lepar Pongok. Kecamatan Lepar, Bangka Selatan,11 Agustus 2026.
Upaya meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah stunting terus dilakukan melalui kegiatan edukasi dan penyuluhan di lingkungan sekolah.
Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan kesehatan dengan tema “Remaja Sehat, Bebas Stunting, Indonesia Emas 2045” yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Lepar Pongok.Kegiatan penyuluhan ini ditujukan kepada siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Lepar Pongok.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang edukatif, interaktif, dan penuh antusiasme dari para peserta. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk memahami bahwa pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua atau tenaga kesehatan, tetapi juga merupakan hal yang perlu dipahami sejak masa remaja.
Kegiatan ini menghadirkan Pariono Sinaga, S.K.M., selaku pihak dari Puskesmas sebagai narasumber. Beliau menyampaikan berbagai informasi mengenai stunting, faktor-faktor yang dapat memengaruhinya, pentingnya pemenuhan gizi, serta perilaku hidup sehat yang perlu diterapkan oleh remaja dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa masa remaja merupakan salah satu periode penting dalam mempersiapkan kualitas kesehatan seseorang di masa mendatang. Kebiasaan yang dibangun sejak remaja, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, melakukan aktivitas fisik, serta memperhatikan kesehatan tubuh, menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang sehat.
Penyuluhan juga mengajak para siswa untuk tidak menganggap stunting sebagai persoalan yang hanya berkaitan dengan anak-anak. Pencegahan stunting perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan dan gizi. Remaja yang sehat hari ini diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi dewasa yang sehat dan mampu berkontribusi dalam membangun keluarga serta masyarakat di masa depan.
Agar kegiatan tidak berlangsung secara monoton, penyuluhan dikemas secara interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Antusiasme terlihat dari keterlibatan siswa selama sesi diskusi dan tanya jawab.
Beberapa peserta juga mendapatkan reward sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi mereka dalam kegiatan.
Melalui kegiatan tersebut, siswa-siswi SMA Negeri 1 Lepar Pongok diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai stunting, tetapi juga mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kembali kepada keluarga maupun lingkungan sekitar sehingga pesan mengenai pentingnya pencegahan stunting dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Tema “Remaja Sehat, Bebas Stunting, Indonesia Emas 2045” menjadi pengingat bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia Emas tidak hanya berbicara mengenai pembangunan dan kemajuan teknologi, tetapi juga mengenai kualitas sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan memiliki kesadaran terhadap kesehatan sejak dini.
Melalui edukasi kepada generasi muda, diharapkan akan lahir remaja yang lebih peduli terhadap kesehatan dirinya dan lingkungannya.
Sebab, generasi yang sehat hari ini merupakan investasi untuk mewujudkan generasi unggul di masa depan dan menjadi bagian penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.(*)

