
Sinergi BAZNAS Pangkalpinang, Rumah Sehat BAZNAS Salurkan Bantuan Gizi Cegah Stunting dan Gandeng Mahasiswa PPL IAIN SAS BabelPangkalpinang. Upaya penanganan dan pencegahan stunting di Kota Pangkalpinang terus digalakkan secara masif melalui berbagai kolaborasi strategis. Pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, Rumah Sehat BAZNAS Pangkalpinang bekerja sama dengan BAZNAS Kota Pangkalpinang sukses menggelar program penyaluran Bantuan Gizi Pencegahan Stunting.
Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Sehat BAZNAS Pangkalpinang ini menyasar puluhan balita dari keluarga penerima manfaat guna memastikan mereka mendapatkan asupan nutrisi yang optimal selama masa pertumbuhan.Program bantuan gizi kali ini disalurkan kepada sebanyak 36 anak penerima manfaat yang terdata di wilayah Kota Pangkalpinang.
Paket bantuan yang diberikan dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi esensial anak. Komposisi bantuan tersebut meliputi susu tinggi protein merek SGM Eksplor Gain Optigrow yang berperan dalam mendukung penambahan berat badan, telur segar sebagai sumber protein hewani utama, serta kentang dan wortel sebagai penyedia karbohidrat kompleks dan serat harian.
Tidak hanya itu, penerima manfaat juga mendapatkan suplemen vitamin tambahan berupa Honey Bee Pollens untuk menjaga daya tahan tubuh anak, serta biskuit bergizi yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan selingan sehat.Kehadiran para pemangku kepentingan lintas sektor turut memperkuat pentingnya agenda ini.
Acara tersebut dihadiri secara langsung oleh Kepala BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan BAZNAS Kota, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang, serta Petugas Lapangan Keluarga Berencana dari Kelurahan Pangkalbalam dan Kelurahan Gerunggang. Kehadiran para pejabat dan petugas lapangan ini menjadi bukti komitmen bersama antara lembaga amil zakat, pemerintah daerah, dan lini pelayanan masyarakat dalam mengatasi permasalahan gizi anak di daerah.
Selain penyerahan bantuan secara fisik, agenda penting lainnya adalah penyampaian edukasi kesehatan dan gizi kepada para orang tua balita yang hadir. Materi edukasi merujuk pada pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang menegaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada seribu hari pertama kehidupan.
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan pula empat faktor utama penyebab stunting, yakni kekurangan gizi kronis, kurangnya asupan makanan bergizi seimbang, kejadian infeksi yang berulang pada anak, serta minimnya akses sanitasi yang layak dan pola asuh orang tua yang belum tepat.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Neneng menyampaikan bahwa pendampingan edukasi bagi orang tua serta pemberian Makanan Tambahan (PMT) rutin setiap bulan menjadi dua pilar utama program gizi yang dijalankan.
Langkah ini ditujukan untuk memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan baik, terutama bagi mereka yang berada dalam kategori gizi kurang, agar terbebas dari risiko stunting.“Klinik Rumah Sehat BAZNAS Pangkalpinang berkomitmen untuk terus mendampingi para orang tua mendapatkan edukasi yang tepat serta bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara rutin setiap bulannya, guna mencukupi kebutuhan gizi anak dengan baik.
Kami juga akan senantiasa memantau perkembangan tumbuh kembang anak, khususnya yang mengalami gizi kurang, agar mereka terbebas dari stunting,” tegas dr. Neneng.Hal menarik yang menjadi catatan penting dalam pelaksanaan kegiatan kali ini adalah keterlibatan aktif dari civitas akademika, khususnya para mahasiswi Praktik Pengalaman Lapangan dari IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.
Para mahasiswi yang pada bulan ini sedang menempuh masa praktik lapangan di Rumah Sehat BAZNAS Pangkalpinang diberikan kepercayaan penuh untuk berkolaborasi dan mengambil peran utama dalam manajemen operasional acara sejak awal hingga selesai.
Sejak pagi hari sebelum acara dimulai, para mahasiswi PPL telah sigap bertugas di bagian pendaftaran untuk menyambut kedatangan para tamu undangan serta memverifikasi data para penerima manfaat agar proses penyaluran berjalan tertib.
Saat acara berlangsung, salah satu perwakilan mahasiswi tampil memandu jalannya seluruh rangkaian kegiatan sebagai pembawa acara atau master of ceremony.
Di saat yang sama, tim mahasiswi lainnya bertugas di seksi dokumentasi untuk merekam setiap momen penting dan interaksi hangat yang terjadi selama kegiatan. Tidak berhenti di situ, para mahasiswi ini juga terlibat langsung mendampingi proses edukasi gizi, membantu menjelaskan pentingnya variasi makanan sehat kepada para ibu balita.
Melalui integrasi antara penyaluran bantuan gizi, edukasi masyarakat, serta pelibatan generasi muda akademis dari IAIN SAS Bangka Belitung, BAZNAS Kota Pangkalpinang dan Rumah Sehat BAZNAS berharap aksi nyata ini dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan.
Sinergi lintas lembaga ini diharapkan tidak hanya mampu menurunkan angka stunting secara signifikan di Kota Pangkalpinang, tetapi juga melahirkan generasi masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.(*)


