Mahasiswa PPL FDKI IAIN SAS Babel Gelar Kegiatan Sensory Motor Class di TAMASYA TPA Cerdas Pangkalpinang

Pangkalpinang, 18 Agustus 2026 — Mahasiswa Praktik Profesi Lapangan (PPL) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Tahun 2026 melaksanakan kegiatan Sensory Motor Class di Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang bertempat di TPA Cerdas, Pangkalpinang.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa PPL IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik yang sedang melaksanakan praktik profesi lapangan di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan Sensory Motor Class mengusung tema semarak perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 dengan menghadirkan berbagai permainan bernuansa perlombaan kemerdekaan. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk stimulasi perkembangan anak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan sekaligus memberikan kesempatan kepada anak untuk melatih kemampuan sensorik, motorik, konsentrasi, koordinasi, serta kemampuan mengikuti instruksi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam kelas TAMASYA, yang merupakan salah satu program prioritas Kemendukbangga/BKKBN dengan semangat “Orang Tua Tenang Bekerja, Anak Ceria Bersama TAMASYA.” TAMASYA hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan pengasuhan anak, khususnya bagi orang tua yang memiliki aktivitas pekerjaan, dengan menyediakan lingkungan pengasuhan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Dalam pelaksanaannya, TAMASYA tidak hanya menjadi tempat anak memperoleh pengasuhan selama orang tua menjalankan aktivitas, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi anak untuk mendapatkan stimulasi sesuai dengan tahap perkembangannya.

Lingkungan yang aman dan menyenangkan menjadi salah satu faktor penting dalam membantu anak belajar melalui interaksi, permainan, eksplorasi, dan pengalaman sosial bersama teman sebaya.

Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa PPL IAIN SAS Babel mengembangkan kegiatan Sensory Motor Class dengan pendekatan permainan. Anak-anak diajak mengikuti tiga jenis perlombaan sederhana yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan mereka, yaitu memindahkan karet ke dalam wadah menggunakan lidi, meniup bola ke dalam cangkir, serta memindahkan beras ke dalam wadah menggunakan sendok.

Ketiga permainan tersebut dirancang untuk memberikan stimulasi terhadap kemampuan sensorik dan motorik anak. Aktivitas memindahkan karet menggunakan lidi, misalnya, membutuhkan koordinasi antara mata dan tangan serta kemampuan mengendalikan gerakan secara terarah.

Sementara itu, permainan meniup bola ke dalam cangkir dapat melatih kontrol pernapasan, koordinasi oral-motorik, dan konsentrasi anak. Adapun kegiatan memindahkan beras menggunakan sendok melatih koordinasi mata dan tangan, keseimbangan gerak, ketelitian, serta kemampuan anak dalam mengontrol gerakan tangan.

Selain memberikan stimulasi motorik, kegiatan Sensory Motor Class juga memiliki keterkaitan dengan perkembangan psikologis anak. Pada usia 3–5 tahun, anak berada dalam tahap perkembangan yang membutuhkan banyak kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan melalui aktivitas bermain. Permainan yang dilakukan secara terarah dapat membantu anak belajar mengenali kemampuan dirinya, mengikuti aturan sederhana, menyelesaikan tantangan, serta berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Melalui permainan dalam suasana yang menyenangkan, anak juga dapat belajar mengembangkan rasa percaya diri. Ketika berhasil menyelesaikan suatu permainan, anak memperoleh pengalaman positif yang dapat memberikan rasa bangga terhadap kemampuan dirinya.

Sebaliknya, ketika mengalami kesulitan atau belum berhasil menyelesaikan permainan, anak dapat belajar mengenali rasa kecewa dan mencoba kembali dengan dukungan dari pendamping.

Aspek psikologis lainnya yang dapat distimulasi melalui kegiatan ini adalah kemampuan konsentrasi dan pengendalian diri. Anak perlu memperhatikan instruksi, menunggu giliran, mengendalikan keinginan untuk segera bermain, serta berusaha menyelesaikan permainan sesuai aturan. Pengalaman sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran regulasi emosi dan perilaku pada anak.

Kegiatan yang dilakukan secara berkelompok juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan keterampilan sosial. Anak belajar menunggu giliran, memberikan kesempatan kepada teman, mengikuti aturan bersama, serta menerima hasil permainan.

Dengan demikian, kegiatan perlombaan tidak semata-mata diarahkan pada siapa yang menjadi pemenang, tetapi lebih ditekankan pada proses belajar dan pengalaman positif yang diperoleh anak selama mengikuti kegiatan.Sebanyak 19 anak usia 3–5 tahun mengikuti kegiatan Sensory Motor Class tersebut.

Anak-anak tampak mengikuti rangkaian permainan dengan antusias. Nuansa perlombaan kemerdekaan yang dikemas dalam bentuk permainan sederhana membuat kegiatan berlangsung secara interaktif dan menyenangkan.Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PPL IAIN SAS Babel berupaya menghadirkan stimulasi yang tidak hanya berorientasi pada perkembangan fisik anak, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis dan sosial.

Permainan menjadi media yang memungkinkan anak belajar secara alami melalui pengalaman langsung, sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi, berinteraksi, mencoba, dan membangun kepercayaan diri.Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPL IAIN SAS Babel berharap Sensory Motor Class dapat memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan sekaligus memberikan stimulasi bagi perkembangan sensorik, motorik, kognitif, sosial, dan emosional anak.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelaksanaan program TAMASYA sebagai ruang pengasuhan yang dapat membantu menciptakan kondisi orang tua tenang bekerja dan anak tetap ceria, aman, serta memperoleh stimulasi perkembangan yang sesuai.

Kegiatan Sensory Motor Class di TAMASYA TPA Cerdas Pangkalpinang menjadi salah satu bentuk kolaborasi positif antara mahasiswa, lingkungan pengasuhan anak, dan Kemendukbangga/BKKBN dalam mendukung tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan sederhana berbasis permainan, anak diberikan kesempatan untuk belajar, bergerak, berinteraksi, dan berkembang dalam suasana yang menyenangkan.(*)

Bagikan ini: