Hasil Riset Dosen FSEI IAIN SAS Babel Mendapat Rekomendasi Untuk Diterbitkan Di Scopus

Bangka,7/9/2026. Pencapaian publikasi internasional bereputasi kembali ditorehkan oleh Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Tim penulis yang terdiri dari Dr. Hendra Cipta, M.S.I., Tauratiya, M.H, Dr. Darmiko Suhendra. M.Ag dan penulis dari Fatoni University Thailand berhasil memperoleh rekomendasi pada artikel yang berjudul "When #Marriageisscary Redefines Islamic Family Law in Indonesia and Thailand" untuk diterbitkan di jurnal ilmiah bereputasi internasional Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab.

Artikel yang sebelumnya memperoleh penghargaan sebagai best paper pada 6th International Conference on Islamic Family Law of PDHKI yang diselenggarakan di UIN Alauddin Makassar ini berdasarkan surat rekomendasi Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia Nomor: 029 /PDHKI-Ind.07/IX/2026 termasuk sebagai salahsatu artikel yang direkomendasikan untuk diterbitkan pada jurnal Scopus yang bermitra dengan PDHKI. Artikel ini direkomendasikan untuk diterbitkan pada jurnal Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab.

Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar, telah terakreditasi SINTA 2 dan diterima dalam DOAJ sejak 2022. Dengan acceptance rate hanya 15%, jurnal ini dikenal sangat selektif dalam menerima naskah. Proses editorial yang ketat dan peer-review oleh para reviewer kompeten di bidangnya menjadi standar yang dijunjung tinggi.

Jurnal tersebut resmi terindeks Scopus sejak 29 Desember 2025 sebuah pengakuan atas kualitas dan tata kelola publikasi ilmiah di tingkat global.Penelitian Hendra Cipta dan tim mengangkat isu yang sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini.

Fenomena #MarriageIsScary yang marak di media sosial mencerminkan keresahan dan ketakutan generasi Z terhadap institusi pernikahan. Konten-konten yang beredar sering kali berfokus pada narasi-narasi negatif seperti perselingkuhan, kekurangan kebebasan pribadi, hingga ketimpangan beban emosional dalam rumah tangga.

Tren ini, menurut penelitian, bukan sekadar ekspresi spontan di media sosial, melainkan bentuk resistensi terhadap narasi normatif dan idealisasi institusi pernikahan yang selama ini dominan.

Penelitian Hendra Cipta mengambil pendekatan komparatif antara Indonesia dan Thailand, menunjukkan bahwa guncangan terhadap hukum keluarga Islam tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dirasakan di negara tetangga dengan latar sosial-budaya yang berbeda.

Pencapaian Hendra Cipta dan tim menjadi kebanggaan tersendiri bagi IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Publikasi di jurnal terindeks Scopus seperti Mazahibuna menjadi tolok ukur penting bagi karir akademik seorang dosen. Ini bukan hanya tentang pemenuhan angka kredit, tetapi juga tentang kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan hukum Islam di tengah tantangan kontemporer.

Penelitian tentang #MarriageIsScary membuktikan bahwa isu-isu yang berkembang di masyarakat, termasuk yang lahir dari ruang digital, layak mendapatkan perhatian serius dari para akademisi hukum Islam.

Ke depan, publikasi di jurnal bereputasi internasional seperti Mazahibuna diharapkan menjadi inspirasi bagi dosen-dosen lain, tidak hanya di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam; tapi juga untuk seluruh sivitas akademika IAIN SAS Babel, untuk terus menghasilkan riset-riset berkualitas yang relevan dengan tantangan zaman. Indeksasi Scopus harus menjadi momentum untuk terus meningkatkan mutu dan memperluas kontribusi keilmuan.(*)

Bagikan ini: