
Bangka Barat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN)Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung turut mengambil bagian dalam proses seleksi calon kepala desa di Kabupaten Bangka Barat. Keterlibatan tersebut dilakukan atas permintaan Bupati Bangka Barat sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung proses seleksi calon kepala desa yang objektif, profesional, dan berintegritas.Senin (21/9/2026) di Gedung Batu Rakit Pemkab Bangka Barat.
Dalam pelaksanaannya, tim dari IAIN SAS Babel melakukan seleksi terhadap calon kepala desa pada tiga desa yang memiliki jumlah pendaftar lebih dari lima orang, yakni Desa Mancung, Desa Belo Laut, dan Desa Air Belo.
Keterlibatan IAIN dalam proses tersebut tidak hanya menjadi bentuk kontribusi kelembagaan, tetapi juga menjadi bagian dari pengabdian dosen kepada masyarakat. Keahlian akademik yang dimiliki para dosen diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam proses seleksi yang mengedepankan kompetensi, kapasitas, serta kesiapan calon dalam menjalankan amanah sebagai kepala desa.
Tim seleksi diketuai oleh , Dr. H. Iskandar, S.H., S.Ag., M.Hum., MIFA selaku Wakil Rektor I IAIN SAS Babel. Tim ini melibatkan dosen lintas bidang keilmuan dari berbagai fakultas dan jenjang pendidikan, sehingga proses seleksi diharapkan dapat dilakukan secara komprehensif.
Adapun anggota tim terdiri atas Dr. Subardi, M.K.Pd., Dr. Rahmat Ilyas, M.S.I., Dr. Saeful Anwar, M.Pd., Dr. Dinar Pratama, M.Pd., Dr. Agus Triyono, M.B.A., dan H. Musa, M.Kom.I.Para dosen yang terlibat berasal dari berbagai bidang keilmuan, di antaranya Fakultas Tarbiyah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, serta Program Pascasarjana. Keragaman latar belakang akademik tersebut menjadi modal penting dalam memberikan perspektif yang lebih luas dalam proses seleksi.
Permintaan Bupati Bangka Barat kepada IAIN SAS Babel untuk turut membantu proses seleksi ini juga menunjukkan adanya ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa.
Bagi IAIN, keterlibatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Para dosen tidak hanya menjalankan tugas akademik di lingkungan kampus, tetapi juga dapat memberikan keahlian dan pengetahuan yang dimiliki untuk membantu menyelesaikan kebutuhan nyata di tengah masyarakat.
Melalui proses seleksi ini, IAIN SAS diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi lahirnya calon kepala desa yang memiliki kapasitas, integritas, serta kesiapan untuk menjalankan tugas pelayanan dan pembangunan di tingkat desa.
Keterlibatan lintas fakultas ini sekaligus menjadi gambaran bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam menghadirkan proses pemerintahan desa yang semakin profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.(*)

