
Bangka,10/10/2026. Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI),Institut Agama Islam Negeri (IAIN)Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kembali menghadirkan ruang akademik melalui kegiatan Forum Ilmiah Kajian Studi Islam (FIKSI).
Kegiatan ini menjadi wadah diskusi ilmiah untuk memperluas wawasan keislaman, memperkuat tradisi akademik, serta mendorong pengembangan pemikiran Islam di lingkungan perguruan tinggi.Forum Ilmiah Kajian Studi Islam tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai, secara daring melalui Zoom dengan Meeting.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini juga memperoleh kesempatan mendapatkan e-sertifikat gratis.Pada kegiatan FIKSI kali ini, tema yang diangkat adalah “Negara Ideal Perfektif Al-Farabi”, dengan menghadirkan Mursyidul Wildan, S.Pd., M.H., dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, sebagai pemateri, serta Rudi Hartono, M.S.I., dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, sebagai moderator.
Mursyidul Wildan, S.Pd., M.H Pembahasan mengenai negara ideal dalam perspektif Al-Farabi menjadi topik penting untuk dikaji, khususnya dalam memahami hubungan antara kepemimpinan, etika, ilmu pengetahuan, dan kesejahteraan masyarakat.
"Pemikiran Al-Farabi mengenai konsep negara utama (al-Madinah al-Fadilah) menawarkan perspektif filosofis tentang pentingnya pemimpin yang memiliki kebijaksanaan, pengetahuan, dan akhlak yang baik dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis".Ujarnya
Melalui forum ini, peserta diharapkan dapat memahami pemikiran politik Islam secara lebih mendalam, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis terhadap berbagai persoalan kenegaraan dan kemasyarakatan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempertemukan gagasan akademik dengan realitas kehidupan kontemporer melalui diskusi yang ilmiah dan konstruktif.
Penyelenggaraan FIKSI merupakan bagian dari upaya Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN SAS Bangka Belitung dalam membangun budaya akademik yang produktif, meningkatkan literasi keislaman, serta mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus mengembangkan kajian keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan mengangkat pemikiran tokoh-tokoh besar dalam tradisi intelektual Islam, FIKSI diharapkan dapat menjadi forum berkelanjutan yang memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pemikiran Islam, dan pembentukan generasi akademisi yang kritis, berintegritas, serta berwawasan luas.(*)


