
MENTOK – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-22 Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik (IAIN SAS) Bangka Belitung, Fakultas Tarbiyah sukses menyelenggarakan kegiatan akademik luar ruangan bertajuk "Jejak Tarbiyah: Jelajah Jejak Sejarah, Peradaban Melayu, dan Pendidikan Islam di Bangka Belitung" pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Kegiatan yang mengusung tema "Eksplorasi Sumber Sejarah dan Budaya Otentik Bangka Barat Menuju Publikasi Ilmiah Mahasiswa yang Unggul" ini diikuti oleh 208 mahasiswa Semester 3 Fakultas Tarbiyah dari lima Program Studi (Prodi), yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Tadris Bahasa Inggris (TBI). Rombongan bertolak dari kampus setelah dilepas secara resmi pada pukul 06.30 WIB dan kembali dengan selamat sekitar pukul 19.00 WIB.
Agenda besar ini didampingi langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Subri, M.S.I., Wakil Dekan I, Dr. Febrino, M.A., Wakil Dekan II, Dr. Nurlaila, M.Pd.I., para Ketua dan Sekretaris Prodi, Kepala Perpustakaan, Kepala Laboratorium, serta jajaran dosen dan tenaga kependidikan.
Perjalanan edukatif ini dapat terselenggara berkat kerja sama sinergis antara Fakultas Tarbiyah IAIN SAS Babel dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat.
Selama berada di Mentok, para mahasiswa melakukan observasi mendalam di lima situs bersejarah yang menjadi pilar peradaban, yaitu Wisma Ranggam (Pesanggrahan Muntok) untuk melacak sejarah perjuangan kemerdekaan, Masjid Jami' Muntok sebagai pusat syiar kuno, Makam Bangsawan Melayu untuk membedah pengaruh kebudayaan Melayu lokal, Pameran Naskah Kuno (Manuskrip) Melayu dan Islam di Perpustakaan Daerah Bangka Barat, serta Mercusuar Tanjung Kalian Mentok untuk mengamati sejarah maritim di gerbang selat.
Saat melepas rombongan di kampus, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN SAS Babel, Dr. Subri, M.S.I., menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kegiatan riset lapangan ini. "Alhamdulillah, puji syukur kegiatan Jejak Tarbiyah ini dapat terlaksana dengan sukses sebagai bagian dari refleksi Dies Natalis ke-22 kampus kita.
Mentok bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah laboratorium sejarah yang hidup. Saya berharap melalui eksplorasi langsung ke sumber-sumber otentik ini, mahasiswa tidak hanya menyerap ilmu secara teoretis, tetapi mampu menumbuhkan kepekaan terhadap kekayaan peradaban Melayu dan Islam di Bangka Belitung. Jadikan perjalanan ini sebagai batu loncatan untuk menghasilkan karya-karya akademik yang unggul, berintegritas, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Dr. Subri.
Senada dengan Dekan, Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Febrino, M.A., memberikan pengarahan teknis mengenai target luaran akademik yang wajib diselesaikan oleh peserta. "Seluruh mahasiswa wajib mengikuti rute observasi di lima titik destinasi dengan tertib dan menjaga etika di situs bersejarah.
Perjalanan ini didesain berbasis riset lapangan. Output langsung dari kegiatan ini adalah laporan tugas projek yang terstruktur sesuai panduan prodi masing-masing. Namun, target utama kita adalah outcome jangka panjang, di mana data lapangan yang kalian peroleh harus dikonversi menjadi produk publikasi ilmiah—baik berupa konten edukatif di media sosial, buku cetak atau e-book, hingga artikel ilmiah yang menembus jurnal bereputasi. Maksimalkan kesempatan ini untuk mengasah keterampilan meneliti dan menulis," tegas Dr. Febrino.
Melalui pendekatan project-based learning ini, Fakultas Tarbiyah menetapkan target luaran yang jelas. Output utama dari kegiatan ini berupa laporan tugas projek akademik yang dinilai oleh masing-masing prodi. Sementara itu, outcome yang disasar adalah hilirisasi riset mahasiswa ke dalam bentuk publikasi karya di media sosial, penerbitan buku cetak atau e-book, serta penyusunan artikel ilmiah demi mendukung visi fakultas yang unggul, transformatif, integratif berwawasan budaya melayu.(*)



