Parsy Time Series 2: Perkuat Wawasan Pariwisata dan Kepercayaan Diri Berbahasa Asing Mahasiswa

Bangka, 13 Oktober 2026 – Program Studi Pariwisata Syariah, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kembali menggelar kegiatan Parsy Time Series 2 pada Selasa (13/10/2026).

Bertempat di Ruang Smartclass FSEI, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan kepariwisataan, mengembangkan kemampuan berbahasa asing, sekaligus merancang kegiatan pembelajaran di luar kampus.

Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua Program Studi Pariwisata Syariah, Al Fakhri Zakirman, M.A., ini terdiri atas tiga rangkaian utama, yaitu Diskusi Pariwisata, Parsy Speak Up, dan pembahasan rencana Parsy Tour yang dijadwalkan pada November 2026.

Rangkaian pertama, Diskusi Pariwisata, menghadirkan Agnes Fransiska Dewi, M.Par. sebagai narasumber. Dalam sesi ini, Agnes membahas pentingnya menjadi alumni Program Studi Pariwisata Syariah yang memiliki karakter green flag.

Pembahasan tersebut mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa lulusan pariwisata tidak hanya dituntut memiliki kompetensi profesional, tetapi juga perlu menunjukkan sikap positif, integritas, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.

Melalui diskusi ini, mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan diri menjadi lulusan yang memiliki kepribadian baik, kompeten, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri pariwisata.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Parsy Speak Up, sebuah ajang unjuk kemampuan berbahasa asing bagi mahasiswa Pariwisata Syariah. Dalam sesi ini, mahasiswa tampil memperkenalkan dan mempraktikkan kemampuan bahasa asing yang mereka pelajari.

Audi tampil dengan bahasa Spanyol, Seila menggunakan bahasa Thailand, Anjel menampilkan bahasa Arab, sedangkan Marzalena menunjukkan kemampuan berbahasa Mandarin.Keberagaman bahasa yang ditampilkan menjadi salah satu daya tarik kegiatan ini.

Selain melatih keberanian berbicara di depan umum, Parsy Speak Up juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi lintas budaya yang penting dalam dunia pariwisata.

Kemampuan berbahasa asing diharapkan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dalam menyambut wisatawan dari berbagai negara serta menghadapi peluang karier di sektor pariwisata yang semakin terbuka.Rangkaian kegiatan berikutnya adalah pembahasan rencana Parsy Tour pada November 2026.

Diskusi ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan kegiatan kunjungan wisata yang dapat memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa. Melalui Parsy Tour, mahasiswa diharapkan dapat mengamati praktik pengelolaan destinasi, mengenali potensi wisata, serta menghubungkan teori yang diperoleh di ruang kuliah dengan kondisi nyata di lapangan.

Parsy Time Series merupakan salah satu upaya Program Studi Pariwisata Syariah dalam menghadirkan ruang belajar yang lebih interaktif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

Melalui perpaduan diskusi kepariwisataan, praktik bahasa asing, dan perencanaan kunjungan lapangan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat identitas mahasiswa Pariwisata Syariah sebagai generasi yang berwawasan luas, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan industri pariwisata.

Dengan terselenggaranya Parsy Time Series 2, Program Studi Pariwisata Syariah IAIN SAS Babel terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan kompetensi, memperluas pengalaman, serta membangun jejaring dan kolaborasi demi mendukung pengembangan pariwisata yang profesional, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai syariah.(*)

Bagikan ini: