Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-22, IAIN SAS Berkarya, Bertransformasi, Berintegritas, Menuju IAIN SAS Babel Unggul dan Harmoni

Bangka,19/10/2026.Institut Agama Islam Negeri(IAIN)Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-22. Sidang senat dibuka oleh Ketua Senat Prof. Dr. H. Zayadi,M.Ag, didampingi Rektor IAIN SAS Babel Prof.Dr.H.Janawi,M.Ag dan anggota senat.

Dies Natalis ke-22 mengusung tema “Berkarya, Bertransformasi, Berintegritas, Menuju IAIN SAS Babel Unggul dan Harmoni” ini dilaksanakan secara khidmat di Gedung Serba Guna (GSG) pada Senin, (19/10/2026).

Rektor IAIN SAS Babel, Prof. Dr. H. Janawi,M.Ag mengingatkan bahwa perjalanan IAIN SAS Babel merupakan proses panjang yang penuh perjuangan dan perubahan. Pada 18 Oktober 2004, terbit Keputusan Presiden (Keppres) yang menjadi tonggak perubahan status kelembagaan dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Selanjutnya, pada April, institusi ini bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

Perjalanan tersebut, menurut Rektor, menunjukkan bahwa perubahan kelembagaan bukanlah sesuatu yang mudah. Dibutuhkan perjuangan, komitmen, dan kerja bersama dari seluruh unsur sivitas akademika untuk membawa institusi terus berkembang.

Ke depan, harapan untuk bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) menjadi cita-cita yang perlu dipersiapkan secara serius melalui pembenahan menyeluruh.

“Perubahan ini tidak mudah. Kita harus menyiapkan diri, memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas program studi dan layanan, serta membangun budaya kerja yang lebih baik. Kita tidak cukup hanya berubah secara kelembagaan, tetapi juga harus bertransformasi secara mental dan budaya kerja,” tegas Rektor dalam sambutannya Orasi .

“Kita harus berani mengubah pola kerja yang belum baik menjadi lebih baik. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi. Ketika kita memilih menjadi bagian dari IAIN, kita juga memikul amanah untuk menjaga, membangun, dan membesarkan institusi ini. Mari kita tunaikan amanah tersebut dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Lebih jauh, Rektor menegaskan bahwa IAIN SAS Babel merupakan rumah bersama. Karena itu, kemajuan institusi tidak dapat dibebankan hanya kepada pimpinan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh dosen, ASN, mahasiswa, alumni, dan para pemangku kepentingan.

Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh keluarga besar IAIN SAS Babel untuk memperkuat kebersamaan dan menjadikan momentum 22 tahun perjalanan kelembagaan sebagai energi baru dalam membangun masa depan kampus dan komitmen untuk mewujudkan kampus yang unggul, harmonis, dan transformatif.

“IAIN ini adalah rumah kita bersama. Mari kita berkolaborasi, bersinergi, memperbaiki apa yang masih kurang, dan memperkuat apa yang sudah baik. Kita harus memiliki semangat yang sama untuk menjadikan IAIN SAS Babel semakin unggul, transformatif, dan harmonis. Mari kita besarkan IAIN ini bersama-sama, demi masa depan institusi dan kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui semangat 22 tahun perjalanan tersebut, IAIN SAS Babel diharapkan terus tumbuh sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang adaptif terhadap perubahan, unggul dalam tata kelola dan akademik, harmonis dalam kebersamaan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat Bangka Belitung dan Indonesia.(*)

Bagikan ini: