APPI Wilayah Babel Bersama Prodi Psikologi Islam IAIN SAS Babel Adakan Webinar Nasional Tentang Implementasi Tes Minat Bakat Dalam Kurikulum Merdeka

avatar Tong Hari
Tong Hari

129 x dilihat
APPI Wilayah Babel Bersama Prodi Psikologi Islam IAIN SAS Babel Adakan Webinar Nasional Tentang Implementasi Tes Minat Bakat Dalam Kurikulum Merdeka
APPI Wilayah Babel Bersama Prodi Psikologi Islam IAIN SAS Babel Adakan Webinar Nasional



IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Road to Munas APPI Pusat. APPI Wilayah Bangka Belitung yang bekerjasama dengan prodi Psikologi Islam melaksanakan kegiatan Webinar nasional dengan menghadirkan dua narasumber ahli pada bidang minat bakat.

Adapun yang menjadi Narasumbernya adalah Indri Savitri M.Psi.,Psikolog yang merupakan Praktisi/Psikolog/Program Developer sekolah Cikal dan Primalita Putri Distina M.Psi.,Psikolog yang merupakan dosen prodi Psikologi Islam yang sekaligus psikolog yang fokus kajiannya pada kematangan karir. Giat ini dimulai sejak pukul 08.10-11.40 WIB via Zoom. Adapun peserta dari giat ini sebanyak 230 Peserta.

Wahyu selaku ketua APPI Wilayah Babel menyampaikan selain dari rangkaian Road To Munas, Giat ini salah satu bentuk tindak lanjut MOU antara APPI Wilayah Bangka Belitung dengan Prodi Psikologi Islam IAIN SAS Bangka Belitung. Giat ini pula mendapatkan dukungan kuat dari APPI Pusat yang diketuai oleh Dr. Weny Savitry M.Psi.,Psikolog.

Adapun pesan dari Ketua APPI Pusat Weny dalam sambutannya ia mengatakan bahwa, Giat seperti ini sangat perlu dilakukan mengingat adanya perubahan kurikulum dan bagaimana implementasinya dari sisi psikologi, dan APPI Pusat sangat mendukung APPI Wilayah untuk terus berkreasi dan membuat edukasi berkelanjutan kepada khalayak banyak.

Dalam kesempatan   Wahyu Kurniawan Selaku ketua APPI Wilayah Babel menyampaikan ini merupakan giat yang kesekian kalinya yang dilakukan oleh APPI, antara lain adanya kegiatan PKM di Bangka Barat yang bekerjasama dengan Prodi Psikologi Islam, dukungan kegiatan Festival Psikologi oleh Hima prodi Psikologi, dan hari ini melaksanakan kegiatan webinar nasional. Wahyu Mengatakan insyallah dalam waktu dekat ada giat lanjutan yang akan dilaksanakan yaitu mengunjungi pulau, desa yang memerlukan pendampingan psikologi Pendidikan yang rencananya akan bekerjasama dengan Asosiasi lainnya.

Adapun isi dari webinar ini,  Indri selaku narasumber mengatakan bahwa, era kekinian pasca pandemi memiliki tren perubahan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sama halnya yang terjadi pada bidang pendidikan Indonesia yang di dalamnya sedang mengalami rotasi dan perkembangan bentuk yang dianggap lebih baik daripada sebelumnya. Kurikulum Merdeka dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia dengan pionirnya Nadiem Anwar Makarim.

Cukup beralasan munculnya Kurikulum Merdeka apabila dilihat secara umum bertujuan untuk mengembangkan kualitas pendidikan Indonesia menjadi lebih baik lagi dan linier dengan kemajuan zaman. Dengan melihat merdekanya guru dalam menentukan model pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu dan sama pula dengan merdekanya peserta didik dalam memilih mata pelajaran yang diminati, maka Kurikulum Merdeka tampak menjadi sebuah kurikulum yang fleksibel dan memaksimalkan nilai linieritas bakat individu.

Kurikulum Merdeka direstrukturisasi dengan melihat esensi materi dan dimensi ilmu yang ada pada mata pelajaran. Program peminatan MIPA dan IPS yang menyajikan mata pelajaran eksakta ilmu alam (natural science) dan ilmu sosial (social science) dari awal hingga akhir sudah tidak ada lagi dan siswa dapat memilih mapel-mapel yang ia minati, meskipun lintas jurusan tanpa berpatok pada jurusan minat yang ia miliki. 

Perlu persiapan yang matang untuk melaksanakan pemetaan karir pada peserta didik hari ini, sehingga Psikolog tidak berdiri sendiri. Ia mengatakan bahwa perlu Kerjasama antar orangtua, pihak guru, peserta didik yang diases melalui wawancara, observasi, nilai raport anak dan psikotest anak sehingga mengahasilkan rekomendasi yang pas, begitupula dengan pemberian alat test, tentu saja Psikolog harus melihat minat bakat lebih luas lagi, misalkan mempertanyakan hendak mau jadi apa, mata Pelajaran yang disukai, mata Pelajaran yang dihindari, bercita cita menjadi apa dan perlu mendalami keseharian dari potensi anak tersebut.

Tidak jauh berbeda dengan narasumber awal, Primalita menyampaikan bahwa, perlu kematangan karir yang baik sebelum memutuskan karir seseorang. Ia menyampaikan bahwa karir yang dipersiapkan dengan matang akan menjadikan seseorang lebih siap dibandingkan dengan yang tidak dipersiapkan. Primalita pula menambahkan ada beberapa tahap perkembangan karir yang bisanya dimiliki oleh remaja dan perlu Kerjasama antar sekolah dan orangtua.

Dalam giat yang sangat singkat ini dan dibatasi oleh waktu yang tidak lama, ada 3 Sesi pertanyaan yang dilemparakan dalam forum ini dan sebanyak 12 pertanyaan dan giat ini terlihat sangat antusias dan harapan peserta dapat diselenggarakan sebelum anak masuk sekolah. Dan harapannya ada webinar seri lanjutan yang dilanjutkan dengan pelatihan.

Penulis : Ayaknan