
Bangka 20/10/2026. Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel), menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Karir Pasca Studi yang diikuti oleh 32 calon wisudawan Program Studi Psikologi Islam, Jumat (2/10/2026), bertempat di Ruang smart class.
Kegiatan bertajuk “Siap Kerja, Siap Studi, Siap Mengabdi” ini merupakan bentuk komitmen Program Studi Psikologi Islam dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi tantangan dunia profesional.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., serta menghadirkan Ketua Program Studi Psikologi Islam, Siska Dwi Paramitha, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber utama.
Dalam sambutannya, Dekan FDKI menekankan pentingnya kegiatan bimbingan karir sebagai bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.
Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh mahasiswa harus diiringi dengan kesiapan dalam menentukan arah masa depan, mengembangkan keterampilan, serta membangun kemampuan untuk menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif.Ia menegaskan bahwa calon sarjana perlu memiliki arah dan tujuan yang jelas agar mampu mengambil keputusan secara tepat setelah menyelesaikan pendidikan.
Melalui kegiatan bimbingan karir, mahasiswa diharapkan menjadi pribadi yang lebih terlatih, piawai dalam membaca peluang, serta memiliki kecakapan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan profesional.
Dekan FDKI juga mengingatkan bahwa keberhasilan lulusan perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari pencapaian gelar akademik, tetapi juga dari kemampuan mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mengembangkan potensi diri, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Program Studi Psikologi Islam, Siska Dwi Paramitha, M.Psi., Psikolog, dalam pemaparan materinya memberikan pembekalan mengenai tantangan yang akan dihadapi calon sarjana setelah menyelesaikan studi, berbagai persiapan memasuki dunia kerja, serta pentingnya membangun personal branding sebagai identitas profesional.
Siska menjelaskan bahwa masa transisi dari dunia perkuliahan menuju dunia kerja merupakan fase penting yang membutuhkan kesiapan, baik secara psikologis maupun kompetensi. Calon sarjana tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga perlu memiliki keterampilan komunikasi, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, adaptabilitas, serta kemauan untuk terus belajar.
Selain itu, calon wisudawan juga perlu memahami bahwa peluang setelah menyelesaikan pendidikan sarjana tidak terbatas pada dunia kerja. Melanjutkan pendidikan, mengembangkan usaha, maupun berkontribusi melalui kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat juga merupakan pilihan karir yang dapat direncanakan sesuai dengan potensi dan minat masing-masing.
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya membangun personal branding bagi calon sarjana Psikologi Islam.Dalam pembahasannya, Siska menekankan bahwa personal branding bukan sekadar membangun citra diri di media sosial, melainkan bagaimana seseorang mampu menunjukkan kompetensi, karakter, integritas, dan nilai profesional yang menjadi keunggulan dirinya.
Calon sarjana Psikologi Islam diharapkan mampu mengenali potensi dan keahlian yang dimiliki, mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja, serta membangun identitas profesional yang mencerminkan nilai-nilai keilmuan psikologi dan etika.
Pembekalan tersebut juga mencakup pentingnya mempersiapkan dokumen pendukung karir, seperti curriculum vitae (CV), portofolio, pengembangan jejaring profesional, serta kesiapan menghadapi proses rekrutmen dan seleksi kerja.Tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan, kegiatan ini turut menyoroti pentingnya kesiapan psikologis calon lulusan dalam menghadapi ketidakpastian setelah menyelesaikan pendidikan.
Kemampuan mengelola ekspektasi, membangun kepercayaan diri, serta memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset) menjadi bekal penting agar lulusan mampu menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang secara optimal.
Melalui kegiatan yang diikuti oleh 32 calon wisudawan ini, Program Studi Psikologi Islam IAIN SAS Babel berupaya memberikan ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas mahasiswa sebelum memasuki fase kehidupan berikutnya.
Kegiatan Bimbingan Karir Pasca Studi ini juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi Psikologi Islam dalam meningkatkan kualitas lulusan dan memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia kerja.
Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, diharapkan seluruh calon wisudawan memiliki perencanaan masa depan yang lebih terarah, mampu membangun keunggulan diri, serta memiliki keberanian untuk mengambil langkah strategis dalam mengembangkan karir.
Melalui semangat “Siap Kerja, Siap Studi, Siap Mengabdi”, Program Studi Psikologi Islam IAIN SAS Babel berharap para calon sarjana tidak hanya siap menyandang gelar akademik, tetapi juga siap menunjukkan kompetensi, integritas, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Sebab, menjadi sarjana bukan sekadar tentang menyelesaikan pendidikan, melainkan tentang bagaimana ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk terus berkembang, menghadapi tantangan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.(*)

