
*Jakarta, 3 Agustus 2026* — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat pada tingkat internasional.
Tiga mahasiswa delegasi IAIN SAS Bangka Belitung secara resmi diberangkatkan menuju Malaysia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Elfath Syahiddai Islahi dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Destri Nadila Putri dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, serta Riki Abdul Kholik dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam.KKN Internasional ini merupakan KKN ketiga kalinya yang akan diikuti oleh IAIN SAS Babel berkolaborasi dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sebanyak 24 mahasiswa Program ini merupakan sebagai bagian dari penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat tingkat internasional.Keikutsertaan mahasiswa dalam program ini menjadi salah satu bentuk komitmen IAIN SAS Bangka Belitung untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas kepada mahasiswa.
Melalui KKN Internasional, mahasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mengaktualisasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami kehidupan masyarakat, budaya, dan sistem sosial yang berbeda.
Selama berada di Malaysia, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pengabdian yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik lokasi penempatan.
Kegiatan tersebut dapat mencakup bidang pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, penguatan literasi, serta pengenalan budaya Indonesia.
Mahasiswa juga diharapkan mampu memperkenalkan nilai-nilai budaya Bangka Belitung sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat setempat.
Rektor IAIN SAS Bangka Belitung, Prof. Dr. H. Janawi, M.Ag., yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Dr. Iskandar, S.H., S.Ag., M.Hum., MIFA, berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, pengalaman mengikuti KKN Internasional akan memberikan manfaat yang sangat berharga, baik bagi pengembangan kompetensi mahasiswa maupun bagi peningkatan kualitas institusi.
“Pengalaman ini tentunya sangat berharga bagi mahasiswa. Keikutsertaan mereka juga diharapkan memberikan kontribusi positif bagi IAIN SAS Bangka Belitung, termasuk dalam mendukung peningkatan akreditasi program studi dan institusi,” ujar Iskandar.
Ia berpesan agar seluruh mahasiswa senantiasa menjaga nama baik kampus, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan bangsa Indonesia selama berada di Malaysia. Sebagai peserta program pengabdian lintas negara, mahasiswa harus menunjukkan sikap disiplin, bertanggung jawab, santun, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat.
Menurut Iskandar, perbedaan budaya merupakan salah satu tantangan sekaligus bagian penting dari proses pembelajaran selama mengikuti KKN Internasional.
Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai yang selama ini telah ditanamkan oleh institusi.“KKN ini merupakan KKN lintas negara.
Tentu terdapat perbedaan budaya dan kebiasaan yang akan ditemui oleh mahasiswa. Karena itu, mahasiswa harus mampu menyesuaikan diri, menghormati budaya masyarakat setempat, serta menjaga etika dalam setiap aktivitas,” katanya.
Mahasiswa yang diberangkatkan telah memperoleh pembekalan berupa pengetahuan sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing, pemahaman tentang pengabdian kepada masyarakat, serta wawasan mengenai komunikasi dan budaya lintas negara. Pembekalan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi mahasiswa dalam menjalankan program kerja dan menghadapi berbagai situasi di lokasi pengabdian.
Iskandar menambahkan bahwa KKN Internasional pada dasarnya merupakan proses pembelajaran secara langsung di tengah masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut menerapkan pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga harus membuka diri untuk belajar dari pengalaman, kebiasaan, dan kearifan lokal masyarakat Malaysia.“Mereka melaksanakan KKN Internasional ini pada dasarnya untuk belajar atau mengikuti perkuliahan secara langsung di lapangan. Nantinya, mereka akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru dari negeri jiran Malaysia,” ucapnya.
Selain menjaga nama baik institusi, mahasiswa juga diingatkan untuk menjaga kesehatan, kekompakan, dan keselamatan selama menjalankan program. Para peserta diharapkan dapat saling membantu, menjaga komunikasi dengan dosen pendamping dan pihak penyelenggara, serta mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di lokasi kegiatan.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IAIN SAS Bangka Belitung, Dr. Hj. Soleha, M.A., menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam KKN Internasional merupakan kesempatan penting untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan sosial yang berbeda.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk melaksanakan program kerja yang telah direncanakan, tetapi juga harus mampu belajar dari masyarakat, memahami kearifan lokal, serta membangun hubungan yang santun, harmonis, dan produktif dengan masyarakat di lokasi pengabdian.“KKN Internasional merupakan ruang pembelajaran yang sangat luas bagi mahasiswa.
Mereka akan belajar berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, dan memahami kehidupan masyarakat dalam konteks budaya yang berbeda,” ujarnya.
Soleha berharap pengalaman tersebut dapat membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih mandiri, terbuka, percaya diri, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat.
Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama berada di Malaysia juga diharapkan dapat dibagikan kepada mahasiswa lain setelah mereka kembali ke Indonesia.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat IAIN SAS Bangka Belitung, Atikah Dewi Utami, M.Si., berharap seluruh rangkaian KKN Internasional dapat berjalan dengan lancar, sukses, dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat di lokasi pengabdian.
Ia menekankan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program internasional tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama baik institusi, daerah, dan Indonesia.
Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu menunjukkan sikap yang mencerminkan karakter akademik, semangat pengabdian, serta nilai-nilai kesantunan masyarakat Indonesia.
“Kami berharap seluruh mahasiswa dapat menjalankan program dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta mampu memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat.
Semoga mereka diberikan kesehatan dan keselamatan sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” ujar Atikah.
Menurutnya, ketiga mahasiswa delegasi telah siap mengemban tugas sebagai perwakilan IAIN SAS Bangka Belitung di tingkat internasional. Mereka diharapkan mampu menjadi duta kampus yang memperkenalkan kualitas mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung sekaligus memperkuat kiprah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Indonesia di kancah global.
Melalui pelaksanaan KKN Internasional ini, IAIN SAS Bangka Belitung berharap dapat terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga mitra di luar negeri.
Program tersebut juga diharapkan menjadi sarana penguatan internasionalisasi perguruan tinggi serta peningkatan kompetensi global mahasiswa.
Setelah menyelesaikan kegiatan, para mahasiswa diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman dan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan praktik-praktik baik yang ditemukan selama berada di Malaysia.
Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk berkontribusi lebih luas dalam kegiatan akademik, sosial, dan pengabdian kepada masyarakat di Indonesia.
Tiga mahasiswa delegasi KKN Internasional IAIN SAS Bangka Belitung kini siap menjalankan amanah, mengabdikan ilmu, belajar dari masyarakat, serta membawa nama baik kampus, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Indonesia di kancah internasional. (*)
