
MENTOK — Fakultas Tarbiyah mengambil langkah progresif dalam memperkuat integrasi keilmuan dengan warisan budaya lokal melalui kegiatan JEJAK TARBIYAH (Jelajah Jejak Sejarah, Peradaban Melayu dan Pendidikan Islam) Dekan Fakultas Tarbiyah: Dr. Subri Hasan, M.S.I, didampingi Wakil Dekan I: Dr. Febrino, M.A. dan Wakil Dekan II: Dr. Nurlaila, M.Pd.I, serta Aisyah Feroza, SE., Staf akademik Fakultas Tarbiyah melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Bangka Barat.Senin,28/9/2026.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangka Barat Bapak Fachriansyah, S.IP., M.Si. serta Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Bangka Barat Bapak Farouk Yohansyah, ST., M.Pd beserta jajaran masing-masing instansi, bertempat di kantor dinas setempat.
Agenda utama lawatan ini difokuskan pada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta pematangan program akademik berbasis lapangan yang selaras dengan ciri khas keilmuan program studi di Fakultas Tarbiyah.
Sinergi Kebudayaan dan Lawatan Sejarah "Jejak Tarbiyah
"Diskusi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menghasilkan kesepakatan PKS terkait eksplorasi Jejak Sejarah dan Peradaban Melayu. Kerja sama ini dirancang agar terintegrasi langsung dengan profil keilmuan program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah.
Sebagai wujud nyata dari kolaborasi tersebut, Fakultas Tarbiyah telah mengagendakan program JEJAK TARBIYAH (Jelajah Jejak Sejarah, Peradaban Melayu, dan Pendidikan Islam di Bangka Barat).
Waktu Pelaksanaan: 10 Oktober 2026
Peserta: 290 mahasiswa semester 3 Fakultas Tarbiyah
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung (experiential learning) bagi mahasiswa agar mampu menggali nilai-nilai historis dan akar peradaban Islam di bumi Bangka Barat. Kegiatan ini akan difasilitasi dan didampingi oleh dinas budaya dan pariwisata Bangka Barat yaitu Bapak M. Ferhad Irvan Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata beserta jajarannya.
Penguatan Literasi Melalui PKS Naskah Kuno Bersama Dinas PerpustakaanSelain sektor pariwisata dan sejarah, rombongan pimpinan Fakultas Tarbiyah juga menyambangi Dinas Perpustakaan Kabupaten Bangka Barat untuk meresmikan kerja sama di bidang literasi naskah kuno dan sejarah peradaban Melayu.
Langkah ini diambil mengingat Kabupaten Bangka Barat, khususnya Kota Mentok, dikenal sebagai centrum (pusat) penyimpanan naskah kuno dan manuskrip Melayu penting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Melalui PKS ini, civitas akademika Fakultas Tarbiyah memperoleh ruang akses untuk riset, pelestarian, serta pengkajian literatur klasik yang bernilai tinggi bagi dunia pendidikan Islam.
Tujuan dan Harapan Kerja Sama
Pimpinan Fakultas Tarbiyah menyampaikan bahwa rangkaian kerja sama ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:Menyelaraskan kurikulum akademik berbasis kearifan lokal dan sejarah peradaban Islam Nusantara.
Memfasilitasi mahasiswa semester 3 melalui program "Jejak Tarbiyah" agar memiliki wawasan kultural dan historis yang kuat.Menjadikan Dinas Perpustakaan Bangka Barat sebagai laboratorium riset hidup bagi kajian naskah kuno dan manuskrip Melayu.
Harapan ke depan, kemitraan strategis ini mampu melahirkan lulusan Fakultas Tarbiyah yang tidak hanya kompeten di bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian warisan sejarah, budaya, dan peradaban Islam lokal di Bangka Belitung.
Sebelumnya fakultas tarbiyah telah menyelenggarakan kegiatan seminar melayu mahasiswa pada hari Jum-‘at, 25-9-2026 dengan narasumber sejarawan Bangka Belitung Drs. Ahmad Elvian, bertempat di Aula Terpadu IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan keilmuan mahasiswa tentang local wisdom sejarah budaya lokal Bangka Belitung.
Kegiatan ini diikuti oleh 255 mahasiswa fakultas Tarbiyah dengan mengambil tema mahasiswa mengawal sejarah peradaban melayu Bangka Belitung. Kegiatan berlangsung secara hikmat dan antusias dengan narasumber handal, diskusi hangat dan semangat mahasiswa mencintai budaya lokal. Dekan fakultas Tarbiyah menegaskan bahwa semua kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat peradaban melayu di fakultas dan sebagai ciri khas keilmuannya.(*)


