HIMA Prodi PAI IAIN SAS Bangka Belitung Gelar Workshop Tilawatil Qur`an Dihadiri Oleh Partisipan Internasional

avatar Tong Hari
Tong Hari
HIMA Prodi PAI IAIN SAS Bangka Belitung Gelar Workshop Tilawatil Qur`an  Dihadiri Oleh Partisipan  Internasional




IAINSASBABEL.AC.ID - BANGKA.  Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik, Bangka Belitung mengadakan Workshop Tilawatil Qur`an secara online, Minggu (30/5/201). Hadir sebagai narasumber acara dengan tema “Generasi Milenial Cinta dan Berakhlak Al-Qur`an“ dihadir Syaikh Ibrahim Ali Muhammad Hassan, berasal dari Palestina dan sudah menetap selama tiga tahun di Indonesia.

Selain itu seminar ini dihadiri empat negara yakni Indonesia, India, Palestina, dan Muritonia. Hadir sebagai penerjemah acara, Iskandi M.Pd.I Dosen IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Adapun hal yang disampaikan dalam seminar tersebut yakni, pertama, membantu peserta dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam memahami tajwid dalam bacaan Al-Qur`an. Kedua, membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam memahami makharijul huruf dalam bacaan Al- Qur`an.

Ketiga, untuk membantu peserta dalam memperindah bacaan Qur`annya. Keempat, untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda untuk terus mencintai Al-Qur`an dan berakhlak dengan akhlak Al-Qur`an. Syaikh Ibrahim Ali Muhammad Hassan tidak hanya membagikan ilmu tentang cara memperbaiki dan memperindah bacaan Al-Qur`an, ia juga memaparkan bahwa Al-Qur`an bukan hanya untuk dibaca atau dijadikan pajangan saja di rumah namun diamalkan dan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Trisnawati, M.Pd, peserta seminar asal Palembaang menanyakan tips cepat menghafal Al-Qur`an seperti Syaikh karena dikatakannya keluarga mereka mulai menghapal Al-Qur`an. Menurut Syaikh Ibrahim Ali Muhammad Hassan, dalam menghapal Al-Qur'an niatkan karena Allah bukan hanya dengan niat untuk mengambil beasiswa, ikut perlombaan dan lain sebagainya namun niatnya adalah lillahita`ala. Selain itu banyak berdo`a dan meminta dijadikan terang hatinya, dimudahkan dalam menghafal, dan dikuatkan hafalannya, memulai dengan membaca sedikit demi sedikit, mengulang-ulang bacaan Al-Qur`annya hingga bacaannya lancar dan bagus baik irama maupun tajwidnya, dan murajaah hafalan ketika telah hafal dan terakhir harus mempunyai guru.

Sementara Iskandi berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan atau meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an." Tidak hanya bisa membaca saja, tetapi juga bisa memahami dan mengamalkan isi yang terkandung dalam Al-Qur’an," ungkap Iskandi. Sebagai informasi, Syaikh Ibrahim Ali Muhammad Hassan merupakan penghafal Al-Qur`an 30 juz, penghafal Al-Qur`an bersanad ke-29 sampai ke Rasulullah, pembaca kitab Asyro, imam dan khotib di masjid Hassan di Gaza, pembina pesantren Tahfidz Gaza Bogor, dan pembina markaz Huffadz. Ia merupakan lulusan S1 Ushuluddin Universitas Islam Gaza, dan S2 Science Qur`an dan Sunnah Usim Malaysia. Dia juga merupakan murid dari ulama Dr. Khalid Musa Almisri di Qatar, Dr. Bakr Azzamili Gaza. Syaikh Rabi Athanani, Syekh Zakaria Syehada Gaza, dan Syaikh Salih Alushaimin di Almadinah.

 

(Penulis: Baiduri Baidho & Tong Hari/Ayaknan | Editor: H. Ika Robiantari)