Berita

IAIN Hadirkan Karo Perencanaan Kemenag dalam Raker Penyusunan Anggaran

Bangka (IAINSAS)-Beberapa bulan menuju tahun 2021, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung adakan Rapat Kerja Penyusunan Anggaran Tahun 2021... Baca Selengkapnya

PBAK IAIN SAS BANGKA BELITUNG GELAR SECARA VIRTUAL

Bangka (IAINSAS)-IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung telah melaksanakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Ajaran... Baca Selengkapnya

IAIN SAS Bangka Belitung Gelar Wisuda Drive Thru Ditengah Pandemi

Bangka (IAIN) – Pandemi COVID-19 masih terus menghantui Indonesia, bahkan Dunia. Banyak sekali kegiatan yang dibatasi, ditunda, hingga... Baca Selengkapnya

Terjadi Kendala Pada Sistem dan Jaringan, Ujian Psikotes CPNS Kemenag Dijadwalkan Ulang

Bangka,18/9/2020. Pelaksanaaan ujian Psikotes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama Formasi Tahun 2020 yang dilaksanakan serentak di... Baca Selengkapnya

Pelepasan KKN Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam

Bangka (IAINSAS) - Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN SAS Bangka Belitung menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 13 Kelurahan... Baca Selengkapnya

Artikel

Ekonomi Islam, Kearifan Lokal dan Penegakkan Hak EKOSOB

Penulis : Addiarrahman | Diposting oleh Administrator | 25 April 2015

This article explains the problems of Islamic economic and local wisdom. Especially, its relation to enforcement of Economic, Social, and Culture Rights (ESC Rights). This is based on the condition that the efforts of Islamic economics development addressing the problems of degradation of imagination; from prophetic-cosmological imagination to popular imagination. The existence of Islamic banking becomes popular symbols that has lost the spirit of Islamic values. At this point, local wisdom has the certain space because has a long time acculturated and assimilated with Islamic values. Local wisdom is a part of ESC rights. Nevertheless, how the paradigm and model of development of Islamic economic based on local wisdom are important to discuss critically. There are the ilahiyah paradigm (continuity) and change paradigm become the basis for development of economic with accommodative model, institusional, creative economy, and networking.

Jika file di bawah ini tidak terbuka atau Anda ingin menyimpan file, silahkan klik {Download File} (Didownload : 603 Kali )