Berita

IAIN Hadirkan Karo Perencanaan Kemenag dalam Raker Penyusunan Anggaran

Bangka (IAINSAS)-Beberapa bulan menuju tahun 2021, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung adakan Rapat Kerja Penyusunan Anggaran Tahun 2021... Baca Selengkapnya

PBAK IAIN SAS BANGKA BELITUNG GELAR SECARA VIRTUAL

Bangka (IAINSAS)-IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung telah melaksanakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Ajaran... Baca Selengkapnya

IAIN SAS Bangka Belitung Gelar Wisuda Drive Thru Ditengah Pandemi

Bangka (IAIN) – Pandemi COVID-19 masih terus menghantui Indonesia, bahkan Dunia. Banyak sekali kegiatan yang dibatasi, ditunda, hingga... Baca Selengkapnya

Terjadi Kendala Pada Sistem dan Jaringan, Ujian Psikotes CPNS Kemenag Dijadwalkan Ulang

Bangka,18/9/2020. Pelaksanaaan ujian Psikotes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama Formasi Tahun 2020 yang dilaksanakan serentak di... Baca Selengkapnya

Pelepasan KKN Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam

Bangka (IAINSAS) - Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN SAS Bangka Belitung menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 13 Kelurahan... Baca Selengkapnya

Artikel

Riba dalam Perspektif Islam

Penulis : Rahmat Ilyas Matondang | Diposting oleh Administrator | 25 April 2015

Permasalahan riba merupakan permasalahan yang berkaitan erat dengan transaksi-transaksi dibidang perekonomian dalam aktivitas kehidupan sehari-hari seperti jual-beli, hutang-piutang atau pinjam-meminjam, dimana dalam Islam disebut kegiatan muamalah. Para ulama menyatakan dengan tegas dan jelas tentang pelarangan terhadap riba karena mengandung unsur eksploitasi yang merugikan orang lain, hal ini mengacu pada kitabullah dan sunnah rasul serta ijma’ para ulama. Bahkan dapat dikatakan tentang keharamannya sudah menjadi aksioma dalam ajaran Islam. Beberapa pemikir Islam berpendapat bahwa riba tidak hanya dianggap sebagai sesuatu yang tidak bermoral akan tetapi merupakan sesuatu yang menghambat aktivitas perekonomian masyarakat, sehingga orang kaya akan semakin kaya sedangkan miskin akan semakin tertindas.
Keadilan ekonomi dan sosial, merupakan salah satu karakteristik yang idealis bagi umat Islam, yang harus diterapkan dalam cara hidupnya dan bukan sebagai suatu fenomena. Konsep tersebut harus diimplementasikan pada semua area dari hubungan interaksi antar umat manusia, sosial, ekonomi, dan politik
Dalam Islam, keuntungan bukan saja keuntungan di dunia, namun yang dicari adalah keuntungan akhirat, oleh karena itu pemanfaatan waktu bukan saja harus efektif dan efisien. Namun juga harus didasari dengan keimanan. Keimanan inilah yang akan mendatangkan keuntungan akhira, sebaliknya keimanan yang tidak mampu mendatangkan keuntungan di dunia, berarti keimanan tersebut tidak diamalkan. Islam megajarkan carilah keuntungan akhirat tetapi jangan lupa keuntungan dunia.

Jika file di bawah ini tidak terbuka atau Anda ingin menyimpan file, silahkan klik {Download File} (Didownload : 461 Kali )