Berita

Direktur Diktis: Peningkatan Kinerja Pegawai Untuk Selamat Dunia-Akhirat

Diposting oleh Administrator | Senin, 04 Mei 2015

Peningkatan kinerja pegawai dimaksudkan untuk menjadikan para pegawai selamat di dunia dan akhirat. Demikian disampaikan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis), Amsal Bakhtiar, saat membuka Kegiatan Peningkatan Kinerja Pegawai menuju Pembangunan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), di Jakarta, Kamis (30/4).

Direktur menjelaskan bahwa Dit. Diktis tahun ini mengelola anggaran terbesar di Pendis, yaitu hampir 360 milyar. Jika ditambah dengan anggaran di PTKIN, maka jumlahnya mencapai 6 trilyun lebih. Semua “umat diktis” akan dimintai tanggung jawab oleh 600-an PTKI, papar Direktur di hadapan para Kasubdit, Kasubag, Kasi sampai JFU, termasuk JFU hasil rolling, yang menghadiri kegiatan tersebut. 

Pada kesempatan ini, hadir pula Sekretaris Itjen Hilmi Muhammadiyah dan Karo Kepegawaian Mahsusi. Dalam pengarahannya, Hilmi menyampaikan bahwa PP 60/2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Itjen mempunyai kewajiban untuk melakukan pengawasan intern terhadap seluruh program dan kegiatan Kementerian Agama. Pengawasan dilakukan melalui kegiatan audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya,” tegas Hilmi. 

Namun dalam pelaksanaannya, pengawasan dari Itjen lebih ditujukan pada pendampingan dan pencegahan daripada penindakan. Pencegahan dianggap berdampak lebih besar dan jangka panjang. Sedangkan penindakan lebih menimbulkan efek jera. Ke depan, kelihatannya harus ada sinergi antara keduanya, sehingga menghasilkan efek jera dan berdampak besar serta jangka panjang,” imbuh Hilmi. 

Untuk itu, Itjen bersedia menjadi mitra bagi diktis dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Misalnya: review pedoman bantuan dan pemantauan bansos, review dan pendampingan laporan keuangan, review RKAKL, dan pembangunan ZI, WBK dan WBBM. Hilmi menambahkan bahwa Itjen memiliki 4 tugas meliputi: quality assurance, consulting partner, early warning system dan strengthening of public service. Kegiatan peningkatan kinerja pegawai ini masuk kategori consulting partner tersebut. 

Berbeda dengan Hilmi, Karo Kepegawaian, Mahsusi, lebih menggarisbawahi tentang peningkatan mutu rekrutmen pegawai, assessment dan masalah-masalah kepegawaian di Diktis. Sejak 2010, perekrutan pegawai terus diperbaiki dan hasilnya jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. 

Sebagai contoh, tahun 2014 lalu, dengan sistem CAT dan TKD-TKB, hanya pegawai qualified dan kompetenlah yang diterima. Hal ini tentunya memberi harapan baru bagi kualitas pegawai kemenag di masa datang. Dalam beberapa kesempatan, saya berseloroh bahwa aktifitas pegawai terbagi dalam 3 kelompok, yaitu bekerja, menemani temannya bekerja dan membuat isu dan fitnah, jelas Karopeg. 

Untuk assessment, dalam KMA 207/2013 disebutkan bahwa assessment bertujuan untuk menjamin obyektifitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengembangan, promosi dan mutasi PNS di Kemenag. Assessment, menurut Mahsusi, juga digunakan untuk memetakan kompetensi yang dimiliki oleh PNS. Idealnya, setiap rotasi dan mutasi hendaknya didahului dengan assessement. Seandainya belum ada assessement, ya tetap harus ditaati, papar Karopeg.

Dalam kesempatan ini pula, Mahsusi, berpesan kepada seluruh pegawai diktis agar disiplin dalam bekerja dan segera menyelesaikan masalah-masalah kepegawaian. Di antaranya, izin dan tugas belajar bagi dosen, beban kerja dosen, kenaikan pangkat, pengusulan guru besar, dan mutasi ke dosen. 

Terkait paparan Ses.Itjen dan Karopeg di atas, menurut Dir Diktis, itu semua menjadi PR dan akan diselesaikan satu-persatu. Apalagi, para kasubdit, mulai dari M. Zein, Imam Safei, Siti Sakdiyah, Mastuki hingga Mamat S Burhanuddin, telah menandatangani perjanjian kinerja 2015 dan pakta integritas. Dan, kegiatan peningkatan kinerja pegawai ini merupakan komitmen Diktis menuju ZI, WBK dan WBBM, pungkas Direktur sambil menutup acara. (ah) 

sumber: http://diktis.kemenag.go.id/index.php?berita=detil&jd=429#.VUb8cvmUc_g