Berita

Pembangunan Zona Integritas, Kemenag menuju Bebas dan Bersih Korupsi

Diposting oleh Administrator | Senin, 04 Mei 2015

Jakarta (Diktis, 30/04/2015) - Dalam rangka upaya pencegahan dan percepatan pemberantasan korupsi, sejak tanggal 18 Desember 2012, Menag telah mencanangkan bahwa Kemenag siap membangun zona integritas (ZI) menuju wilayah bebas korupsi (WBK). Tujuan pencanangan ini agar predikat KKN tidak melekat pada Kemenag. Demikian paparan Sekretaris Itjen, Hilmi Muhammadiyah, saat memberi pengarahan pada acara Peningkatan Kinerja Pegawai Diktis menuju Pembangunan ZI, WBK dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), di Jakarta, Kamis (30/4).

Pada acara yang dihadiri oleh Direktur Diktis, Amsal Bakhtiar, pejabat eselon III, IV dan JFU (termasuk hasil rolling 28 April lalu), Hilmi menegaskan bahwa upaya pembangunan ZI-WBK/WBBM merupakan langkah awal dalam mewujudkan visi misi Kemenag dan mendorong tercapainya tujuan pembangunan Nasional. Pembangunan ZI ini difokuskan pada 2 komponen, yaitu pengungkit dan hasil.

Hilmi menambahkan, komponen pengungkit berbobot 60% dan komponen hasil 40%, sehingga total 100%. Komponen pengungkit terdiri dari 6 item; yaitu: penerapan manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Sedangkan komponen hasil meliputi 2 item, yakni terwujudnya pemerintah yang bersih dan bebas KKN dan kualitas pelayanan publik.

Kemudian, masing-masing komponen tersebut, memiliki indikator dan jumlahnya mencapai 26 indikator. Komponen pengungkit terdiri dari 23 indikator pengungkit, dan 3 sisanya adalah indikator hasil. Setiap komponen memiliki bobot tertentu, lalu dirinci lagi dalam bobot masing-masing indikator.

Misalnya, komponen manajemen perubahan berbobot 5, dengan 4 indikator pengungkit, yaitu: tim kerja (bobot 1), dokumen rencana pembangunan ZI (1), pemantauan dan evaluasi pembangunan WBK/WBBM (2), dan perubahan pola pikir dan budaya kerja (1). Sedangkan penataan tatalaksana memiliki bobot 5, dengan 3 indikator pengungkit, yakni: prosedur operasional tetap (SOP) kegiatan utama (bobot 1,5), e-office (2) dan keterbukaan informasi publik (1,5).

Adapun penataan sistem manajemen SDM berbobot 15 dengan 6 indikator pengungkit, yaitu: perencanaan kebutuhan pegawai sesuai dengan kebutuhan (bobot 2), pola mutasi internal (2), pengembangan pegawai berbasis kompetensi (2), penetapan kinerja individu (4), penegakan aturan disiplin/kode etik/kode perilaku pegawai (3), dan sistem Iinformasi kepegawaian (1). Sementara itu, penguatan akuntablitas memiliki 10 bobot dengan 2 indikator, yakni: keterlibatan pemimpin (bobot 5) dan pengelolaan akuntabilitas kinerja (5).

Selanjutnya, penguatan pengawasan berbobot 15, dengan 5 indikator pengungkit, yaitu: pengendalian gratifikasi, penerapan SPIP, pengaduan masyarakat, whistle blowing system (WBS), dan penanganan benturan kepentingan. Masing-masing indikator pengungkit berbobot 3. Berikutnya, komponen peningkatan kualitas pelayanan publik memiliki bobot 10, dengan 3 indikator, yakni: standar pelayanan (3 bobot), budaya pelayanan prima (3) dan penilaian kepuasan pelayanan (4).

Khusus mengenai komponen hasil, komponen terwujudnya pemerintah yang bersih dan bebas KKN memiliki 20 bobot, dengan 2 indikator hasil, yang meliputi nilai survey persepsi korupsi oleh survei eksternal (15 bobot) dan persentase temuan hasil pemeriksaan (Internal dan eksternal) yang ditindaklanjuti (5). Selanjutnya, komponen hasil tentang kepuasan pelayanan publik berbobot 20 dan hanya memiliki 1 indikator hasil berupa nilai persepsi kualitas pelayanan (surveyor eksternal).

Dari ke-26 indikator di atas, terdapat beberapa indikator sudah dilakukan Diktis. Di antaranya, e-office, keterbukaan informasi publik, mutasi staf, dan sebagainya. Dengan penandatanganan penetapan kerja dan pakta integritas oleh para kasubdit di hadapan Direktur, dalam pandangan Ses.Itjen, setidaknya akan menambah motivasi pembangunan ZI, WBK dan WBBM di Diktis. (ah)

sumber: http://diktis.kemenag.go.id/index.php?berita=detil&jd=430#.VUb-UPmUc_g