Berita

Milenial Influencer isi Seminar Nasional di IAIN SAS Babel

Diposting oleh Administrator | Kamis, 05 Desember 2019

Bangka, 5/12/2019. Seminar Nasional yang berada dalam rangkaian kegiatan besar Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2019 dengan Tema “Peran Pemuda dalam Menyulam Ke-Indonesiaan dan Ke-Islaman di Era 4.0” yang berlangsung di Aula Gedung Terpadu IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung pada Rabu, 04 Desember 2019 pukul 09.00 WIB.

Seminar Nasional yang dipandu oleh Yuda Pratama selaku Duta PTKIN Se-Indonesia ini dihadiri oleh Rektor IAIN SAS Babel, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Ketua Dewan Mahasiswa IAIN SAS Babel dan Ketua Panitia PKM Se-Provinsi Bangka Belitung Tahun 2019 ini turut mengundang perwakilan dari Sekolah dan Universitas di Bangka Belitung yang seluruhnya berjumlah lebih dari 500 peserta.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN SAS Babel Dr. Zayadi, M.Ag. berharap bahwa “kegiatan PKM dan Seminar Nasional ini terus berlangsung setiap tahunnya agar dapat menjaring siswa/i dan mahasiswa/i yang berprestasi dan terus membawa nama baik Sekolah atau Instansi bukan hanya pada tingkat kabupaten dan provinsi saja, tetapi pada tingkat nasional dan internasional”.

Beliaupun mengucapkan terimakasih kepada Wakil Rektor dan Ketua DEMA IAIN SAS Babel, “pada kesempatan kali ini juga saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Dr. H. Janawi, M.Ag. selaku Wakil Rektor III yang telah dapat membimbing anak-anak semuanya, dan saya sangat bangga dengan DEMA yang dipimpin oleh Mardiansyah Putra sebagai pelaksana DEMA terbaik sejauh ini”.

Wahyu Kurniawan, M.Psi., Psikolog sebagai Moderator dan Sherly Annavita Rahmi, S.Sos., M.SIPh (Milenial Influencer 2nd Winner I’m President) sebagai Narasumber dalam Seminar Nasional kali ini membahas mengenai peran pemuda yaitu dengan mengambil bagian, ikut berkolaborasi, dan kreativitas dan inovasi yang terus bergerak. “Pemuda masa kini adalah pemimpin dimasa depan, maka di tangan pemuda seperti kita ini lah Ke-Indonesiaan dan Ke-Islaman dipertaruhkan”.

Peserta sangat antusias mengikuti Seminar Nasional ini yang ditunjukan dari banyaknya peserta yang menanyakan seputar Ke-Indonesiaan dan Ke-Islaman. Salah satu pertanyaannya adalah bagaimana cara menghilangkan rasa malas agar dapat ikut berperan menjadi pemuda yang akan memimpin Indonesia kelak.

“Tidak ada obat untuk rasa malas, kecuali adalah pikiran kita sendiri. Tetapi ada tiga hal yang harus kita lakukan adalah mencari kontrol sosial yang memiliki visi misi yang sama. Kedua, mencari komunitas yang mendorong kita melakukan perubahan, ibarat bergaul dengan penjual minyakwangi, sedikit-sedikit kita dapat wanginya. Ketiga, mencari mentor kita. Ibaratnya kita adalah seekor kurcaci, tetapi kurcaci yang berdiri diatas pundak raksasa dapat melihat lebih luas dari raksasa tersebut. Maka, orang-orang itulah yang akan terus mengingatkan dan menarik kita kepada tujuan kita”, jawabnya.

Penulis : mega Farayannie /Ayaknan
Editor : Turmuzi