Berita

Napak Tilas ke Makam Tuan Guru, Menelusuri Haul ke 83 Syaikh Abdurrahman Siddik

Diposting oleh Administrator | Jumat, 28 Februari 2020

Bangka,28/2/2020. Dr Janawi,M.Ag selaku Wakil Rektor III IAIN SAS Bangka Belitung dan Ketua Dewan Mahasiswa Wahyu Akmal diberi kepercayaan oleh Rektor IAIN SAS Babel, Dr Zayadi,M.Ag untuk bersilaturrahmi ke kampung tempat dimakamkannya Tuan Guru Syaikh Abdurrahman Siddik, ulama asal Banjar yang kini namanya diabadikan sebagai nama IAIN Bangka Belitung.

Lawatan yang boleh dibilang sebagai napak tilas ke kampung tempat dimakamkannya Syaikh Abdurrahman Siddik yakni Kampung Hidayat Sapat Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, berlangsung dari tanggal 25 Februari 2020 hingga 27 Februari 2020.

Perjalanan kami dimulai dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang. Sesuai jadwal, perjalanan menuju Pekanbaru Riau transit lewat Batam. Dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang menuju Bandara Batam Hang Nadim Batu Besar menempuh kurang lebih satu jam perjalanan (7.30 - 8.30 WIB). Selanjutnya dari Batam ke Pekanbaru Riau memakan waktu tempuh kurang lebih satu jam perjalanan juga.

Setelah mendarat di Bandara Sultan Syarief Kasim II Pekanbaru Riau, perjalanan
dilanjutkan melalui jalan darat, menggunakan jasa angkutan travel. Perjalanan menuju Tembilahan Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir kami tempuh kurang lebih dalam waktu delapanjam. Kami harus bermalam dulu di Tembilahan, karena untuk menuju Kampung Hidayat Sapat harus menggunakan speed boat.

Untuk tiba di Tembilahan, paling tidak kami harus melewati dua kabupaten yakni Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hulu. Perjalanan yang cukup melelahkan tentunya. Terlebih dengan kondisi jalan aspal yang kurang mulus dan sempit serta berlobang, membuat perjalanan kami terasa lama dan jauh. Tetapi rasa lelah dan payah kami tentunya, tak lah berbanding tegak dengan perjuangan Syaikh Abdurrahman Sidik tatkala mengajar dan
menyebarkan Islam pada masanya.

Tak lengkap rasanya jika dalam lawatan ini tidak kami suguhkan hal unik yang tentu tidak kita jumpai di Bangka Belitung. Khususnya tatkala memasuk wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Di sepanjang kabupaten ini, setiap radius 100 meter hingga 200 meter jalan yang kami lewati selalu dihubungkan oleh jembatan. Menurut sopir travel, karena banyaknya jembatan ini maka Indragiri Hulu terkenal dengan sebutan Kabupaten Seribu Jembatan atau Kabupaten Seribu Parit.
Perjalanan memakan waktu lumayan lama, start dari Pekanbaru pukul 13.00 WIB, dan tiba di Penginapan Tembilahan pukul 21.30 WIB. Kamipun harus bermalam dulu di Tembilahan, istirahat sejenak memulihkan tenaga untuk trip besok paginya.

Rabu 26 Februari 2020 pukul 08.30 WIB, via speed boat kami beranjak dari
pelabuhan Tembilahan menuju Kampung Hidayat Sapat. Kurang lebih 20 menit kami sudah
sampai di daratan, dilanjutkan naik ojek motor kurang lebih lima menit hingga sampai
tempat tujuan di rumah keluarga Tuan Guru Syaikh Abdurrahman Siddik.
Sampai di Kampung Hidayat Sapat, kami diterima oleh Muhammad Fauzan bin
Muhammad Amin Siddik bin Abdurrahman Siddik. Beliau salah satu cucu dari Tuan Guru
Syaikh Abdurrahman Siddik. Kamipun diajak ngobrol dengan anggota keluarga Tuan Guru
Syaikh lainnya. Kami menyampaikan tujuan perjalanan ini, yakni berziarah, silaturrahmi dan
koordinasi dengan keluarga Tuan Guru Syaikh terkait rencana pelaksanaan Haul Tuan Guru
Syaikh yang akan diselenggarakan di Kampus IAIN SAS Babel Tahun 2020.
Didampingi oleh salah satu keluarga Tuan Guru Syaikh, kami menziarahi makam Tuan Guru Syaikh. Bahagia dan haru melebur satu tatkala berkesempatan membaca Surah Yasin, Tahlil
dan berdoa secara langsung di makam Tuan Guru Syaikh, ulama yang paling berpengaruh dalam proses Islamisasi di Bangka Belitung, yang konon makamnya tak pernah sepi dari penziarah. Apalagi memasuki waktu Haul Syaikh, dari penjuru daerah manapun hadir ke makam Tuan Guru Syaikh.
Selesai menziarahi makam Tuan Guru Syaikh, dari Kampung Hidayat Sapat kami kembali ke Tembilahan. Perjalanan kami belum selesai. Masih ada tujuan yang perlu kami singgahi lagi. Oleh Muhammad Fauzan, kami menemui salah satu cucu Tuan Guru Syaikh lainnya di Tembilahan. Kembali kami naik speed boat, kali ini ukuran speed boatnya agak kecil.

Tidak jauh dari pelabuhan Tembilahan, kami pun sampai di rumah Dr. H. Muhammad
Ali Azhar, S.Sos., M.H. Beliau adalah salah satu cucu dari Tuan Guru Syaikh Abdurrahman
Siddik. Beliau juga sebagai Ketua Keluarga Kerukunan Syaikh Abdurrahman Siddik dan
selaku Ketua Yayasan Syaikh Abdurrahman Siddik. Sampai di rumahnya, kami disambut
langsung oleh Dr. Ali Azhar. Kami pun diterima dengan hangat dan disuguhi beberapa buku terkait Tuan Guru Syaikh Abdurrahman Siddik yang ditulis oleh Dr. Ali Azhar juga.
Banyak informasi yang menceritakan tentang Tuan Guru Syaikh Abdurrahman Siddik,
melalui buku-buku, kitab-kitab karangan Tuan Guru Syaikh, cerita-cerita dari keluarga Tuan
Guru Syaikh dan dapat dibaca juga dari internet.

Berkunjung di kediaman Dr. Ali Azhar, kami mendapatkan kesepakatan dan informasi yang berharga. Haul ke 83 Tuan Guru SyaikhAbdurrahman Siddik akan dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2020 nanti. Haul biasanya diartikan sebagai sesuatu bentuk kegiatan upacara yang bersifat peringatan yang diselenggarakan pada tiap-tiap tahun (setahun sekali) atas wafatnya seseorang yang sudah dikenal sebagai pemuka agama atau seseorang yang dianggap masyhur, seperti wali, ulama dan para pejuang Islam atau yang semakna dengannya.

Hasil pembicaraan kami dengan Dr. Ali Azhar, Haul Tuan Guru Syaikh Abdurrahman Siddik dapat dilaksanakan di Bangka (Kampus Hijau IAIN SAS Babel) setelah pelaksanaan haul di Kampung Hidayat Sapat. InsyaAllah, rencana awal pelaksanaan haul di Bangka akan dilaksanakan bulan April 2020 mendatang. Haul Syaikh Abdurrahman Siddik pertama, setelah 16 tahun namanya digunakan sebagai nama IAIN Bangka Belitung.

Penulis : Zakwan Zaki /Ayaknan
Editor : Turmuzi