Chat atau Telepon

Hi! Silahkan klik WA di bawah untuk konsultasi WhatsApp

Kami akan balas dalam beberapa menit.
Hubungi humas

IAIN SAS Bangka Belitung Kirim Mahasiswa Ikuti KKN Nusantara PTK Se-Indonesia di Banten

Banten, 17 Juli 2026 — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengirimkan perwakilan mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Nusantara Perguruan Tinggi Keagamaan Se-Indonesia yang secara resmi dilepas di Auditorium UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rabu, 15 Juli 2026.

Delegasi IAIN SAS Bangka Belitung dalam kegiatan tersebut didampingi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Soleha, M.A., serta Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Atikah Dewi Utami, M.Si.

Kehadiran mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung menjadi bagian dari partisipasi perguruan tinggi keagamaan dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat berbasis keberagaman budaya, kearifan lokal, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan pelepasan KKN Nusantara dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, Staf Khusus Menteri Agama Dr. Ismail, pimpinan perguruan tinggi, pejabat daerah, serta mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri dari berbagai wilayah di Indonesia.

Acara diawali dengan penayangan video KKN Nusantara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus laporan dari Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A.

Dalam laporannya disampaikan bahwa KKN Nusantara diikuti oleh kurang lebih sebanyak 200 mahasiswa, sedangkan sekitar 1.200 mahasiswa lainnya mengikuti KKN lokal di sejumlah wilayah Provinsi Banten.Para peserta KKN Nusantara akan ditempatkan di berbagai lokasi pengabdian, termasuk wilayah masyarakat adat Baduy.

Penempatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mempelajari kehidupan masyarakat adat, menjaga tradisi, merawat lingkungan, serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat yang memiliki latar belakang budaya dan kepercayaan yang beragam.Melalui interaksi tersebut, mahasiswa diharapkan memahami nilai-nilai ekoteologi, kearifan lokal, pelestarian budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Banten yang dikenal sebagai daerah dengan tradisi keagamaan, pesantren, dan ulama yang kuat.

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, Menteri Agama berpesan agar mahasiswa menjalankan KKN dengan sikap istiqamah, ikhlas, sabar, tawaduk, qanaah, berakhlak, serta mampu menjaga muruwah diri dan institusi.

Menurut Menteri Agama, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi ilmuwan yang menguasai teori.

Mahasiswa juga harus menjadi intelektual dan cendekiawan yang mampu mengamalkan pengetahuan serta memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.

Lokasi KKN, menurutnya, merupakan laboratorium kehidupan yang akan mempertemukan mahasiswa dengan berbagai kenyataan sosial, budaya, dan keagamaan.

Oleh karena itu, mahasiswa diminta tidak membenturkan pengetahuan akademik dengan tradisi masyarakat setempat, tetapi membangun komunikasi, penghormatan, dan kerja sama secara bijaksana.

Menteri Agama juga menekankan pentingnya ekoteologi dalam pelaksanaan KKN. Masyarakat modern dinilai perlu belajar dari masyarakat tradisional dalam membangun hubungan yang harmonis dengan alam.

Pengetahuan masyarakat adat mengenai tanah, tanaman, musim, dan lingkungan merupakan kearifan yang tumbuh dari pengalaman panjang dan harus dihargai sebagai sumber pembelajaran.Ia mengajak mahasiswa menghayati semangat iqra’ bismi rabbika, yaitu membaca tidak hanya melalui buku, tetapi juga membaca alam, tradisi, budaya, dan kehidupan masyarakat.

Wilayah Baduy diharapkan menjadi ruang belajar yang penuh hikmah dan keberkahan bagi seluruh peserta.Ketua LP2M IAIN SAS Bangka Belitung, Dr. Hj. Soleha, M.A., menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam KKN Nusantara menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan beradaptasi, dan memperkuat kepedulian sosial mahasiswa.Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut melaksanakan program kerja, tetapi juga harus mampu belajar dari masyarakat, memahami kearifan lokal, serta membangun hubungan yang santun dan produktif dengan masyarakat di lokasi pengabdian.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat IAIN SAS Bangka Belitung, Atikah Dewi Utami, M.Si., berharap mahasiswa dapat mengikuti seluruh rangkaian KKN dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Keikutsertaan IAIN SAS Bangka Belitung dalam KKN Nusantara PTK Se-Indonesia dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.

Program tersebut juga menjadi sarana memperkuat jejaring antarlembaga serta membentuk mahasiswa yang berilmu, berakhlak, adaptif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(*)

Bagikan ini: