
Sindangsari, 20 Agustus 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sisdamas Kelompok 119 dari UIN Sunan Gunung Djati bersama IAIN, yang bertugas di Desa Sindangsari, berhasil merampungkan pembuatan rocket stove sebagai solusi pengelolaan sampah rumah tangga warga. Alat ini resmi diluncurkan dalam acara peresmian yang digelar hari ini.
Rocket stove merupakan tungku pembakaran sederhana yang dirancang agar proses pembakaran sampah menjadi lebih hemat bahan bakar dan minim asap, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan metode pembakaran sampah konvensional.
Proses pembuatan rocket stove dimulai sejak 14 Agustus 2026, dikerjakan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN bersama warga setempat. Setelah melalui beberapa tahap pengerjaan, proses finishing rampung pada 19 Agustus 2026, dan alat pun siap digunakan.Puncaknya, pada 20 Agustus 2026 digelar acara peresmian rocket stove yang dihadiri langsung oleh Kepala Desa, jajaran RT dan RW, serta warga setempat.
Acara ini menjadi bentuk serah terima sekaligus sosialisasi penggunaan rocket stove kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Pak Kades menyampaikan harapannya terhadap keberadaan rocket stove ini. "Semoga rocket stove ini membawa berkah bagi Kampung Simpang, agar pembuangan sampah menjadi lebih teratur," ujar Pak Kades.
Dalam rangkaian acara yang sama, mahasiswa bersama warga juga langsung melakukan uji coba pembakaran sampah menggunakan rocket stove yang baru diresmikan tersebut. Uji coba ini bertujuan untuk memastikan alat berfungsi dengan baik sekaligus memperlihatkan kepada warga secara langsung bagaimana cara penggunaannya.
Dari hasil percobaan, rocket stove terbukti mampu membakar sampah rumah tangga dengan lebih cepat, hemat bahan bakar, dan menghasilkan asap yang jauh lebih sedikit dibandingkan cara pembakaran sampah konvensional yang selama ini dilakukan warga..
Momen uji coba ini turut disambut antusias oleh warga yang hadir. Banyak dari mereka yang penasaran dan ikut mencoba langsung memasukkan sampah ke dalam rocket stove, sembari mendapat penjelasan dari mahasiswa mengenai cara kerja dan perawatan alat tersebut agar bisa terus digunakan dalam jangka panjang.
Inovasi ini merupakan respons atas permasalahan pengelolaan sampah yang menjadi salah satu prioritas program kerja Kelompok 119 selama masa KKN di Desa Sindangsari. Dibuat dengan bahan-bahan sederhana dan biaya yang terjangkau, rocket stove diharapkan dapat terus dimanfaatkan warga sebagai solusi jangka panjang dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri, hemat, dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini turut mendapat sambutan positif dari warga, yang menilai keterlibatan langsung mereka dalam proses pembuatan hingga uji coba membuat alat ini terasa lebih dekat dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, mahasiswa berharap warga dapat terus menggunakan dan merawat rocket stove ini secara mandiri, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, jauh setelah masa KKN berakhir.(*)

