
Lepar 4/8/2026– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung di Desa Kumbung, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan stunting di SMP Negeri 2 Lepar pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya pencegahan stunting sejak usia remaja.
Sosialisasi menghadirkan Tim Promosi Kesehatan dari Puskesmas Tanjung Labu, Pariono Sinaga sebagai narasumber utama. Kegiatan diikuti oleh tim guru dan para siswa SMP Negeri 2 Lepar yang tampak antusias mengikuti setiap sesi penyampaian materi dan diskusi.
Dalam paparannya, Pariono menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam jangka waktu lama.
Menurutnya, upaya pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan peran aktif keluarga, sekolah, dan masyarakat."
Remaja perlu memahami pentingnya pola makan bergizi, menjaga kesehatan reproduksi, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengetahuan ini menjadi bekal penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan," ungkap Pariono.
Selain menyampaikan materi mengenai penyebab dan dampak stunting, narasumber juga memberikan edukasi tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik, serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.
Koordinator mahasiswa KKN IAIN SAS Bangka Belitung Fittara Ardy, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka stunting.
Melalui edukasi di lingkungan sekolah, mahasiswa berharap peserta didik dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan informasi positif kepada keluarga dan masyarakat."
Kami berharap sosialisasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan gizi sejak remaja.
Dengan demikian, mereka dapat berkontribusi dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting," ujarnya.
Kepala sekolah beserta dewan guru menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN IAIN SAS Bangka Belitung yang telah menghadirkan edukasi kesehatan bagi peserta didik.
Darmansyah, S.Si, selaku kepala sekolah mengatakan materi yang disampaikan sangat relevan dengan upaya pembentukan karakter hidup sehat dan peningkatan literasi kesehatan di kalangan remaja.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan sekolah, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat semakin efektif serta mampu membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini demi mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.(*)
