
Bangka,12/10/2026. Himpunan Mahasiswa Program Studi Psikologi Islam (HIMA-PI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sukses menyelenggarakan kegiatan Masa Adaptasi Psikologi Islam (MAPSI).bertempat di aula gedung terpadu, Sabtu,10/10/2026
Mengusung tema “Becoming Better, Feeling Better: Menata Jiwa, Menemukan Makna, Menuju Kesejahteraan Psikologis Islam”, kegiatan ini diselenggarakan dengan dukungan penuh dari sponsor utama, yakni Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Kepulauan Bangka Belitung dan Qtha Psychology.
Kegiatan MAPSI tahun ini terasa sangat istimewa dan penuh makna. Selain menjadi sarana adaptasi bagi mahasiswa baru dalam mengenali ritme dunia perkuliahan, penyelenggaraannya dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day) yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober.
Rangkaian acara diawali dengan laporan dari Ketua Pelaksana, Regaluh Jotyarma, yang menyampaikan persiapan serta tujuan dari pelaksanaan MAPSI. Selanjutnya, Ketua Umum HIMA-PI, Edo, memberikan sambutan hangat sekaligus membakar semangat para mahasiswa baru untuk berproses bersama di lingkungan Program Studi Psikologi Islam.
Acara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Psikologi Islam, Siska Dwi Paramitha, M.Psi., Psikolog. Dalam sambutannya, Siska menyampaikan rasa bangga yang mendalam kepada seluruh mahasiswa baru yang telah menjadi bagian dari keluarga besar Prodi Psikologi Islam.
Beliau turut menitipkan pesan krusial bagi perjalanan akademik para mahasiswa."Nikmatilah setiap proses adaptasi ini. Jadikan ilmu yang kalian timba sebagai jalan pengabdian, dan yang paling utama, jangan pernah lupa untuk selalu menjaga kesehatan mental diri sendiri," tutur Siska di hadapan para peserta.
Dalam kesempatan tersebut, beliau tidak hanya membuka kegiatan secara simbolis, tetapi juga hadir sebagai narasumber yang menyampaikan materi mendalam mengenai kesehatan mental dan kesejahteraan mahasiswa (student well-being).
Melalui kegiatan MAPSI ini, diharapkan para mahasiswa baru tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat, mampu menemukan makna dalam setiap proses pembelajaran, serta mencapai kesejahteraan psikologis berbasis nilai-nilai Islam.(*)


