
Bangka,13/10/2026. Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) menggelar *Workshop Edukatif* sebagai upaya nyata menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika. Selasa,13/10/2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kompetensi Satgas PPKS IAIN SAS Babel dalam Mewujudkan Kampus Aman, Nyaman, dan Tanpa Kekerasan” ini berlangsung secara khidmat dan interaktif.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I IAIN SAS Babel, Dr. H. Iskandar, S.H., S.Ag., M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran strategis Satgas PPKS sebagai garda terdepan dalam menjaga keharmonisan dan norma kehidupan di kampus.
Beliau juga menegaskan komitmen pimpinan institut untuk mendukung penuh segala bentuk program pencegahan serta penanganan kekerasan yang transparan dan berkeadilan.
"Kampus harus menjadi rumah kedua yang aman, kondusif, dan memberikan perlindungan menyeluruh bagi mahasiswa maupun tenaga pendidik. Penguatan kapasitas Satgas PPKS ini adalah langkah krusial agar penanganan setiap persoalan dapat dilakukan secara profesional, empati, dan sesuai regulasi yang berlaku," tegas Dr. H. Iskandar dalam arahannya.
Workshop edukatif ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidang psikologi yang memberikan pembekalan mendalam bagi seluruh anggota Satgas PPKS: Ibu Siska Dwi Paramitha, M.Psi., PsikologMenyampaikan materi mengenai Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama pada Psikologis.
Dalam pemaparannya, beliau memberikan pemahaman dasar mengenai cara memberikan respons pertama yang tepat, tenang, dan berempati ketika mendampingi korban yang mengalami krisis trauma pasca-kejadian kekerasan.Selanjutnya Ibu Chitra Fraghini, M.Psi., Psikolog
Fokus mengarahkan peserta pada aspek teknis layanan dan alur penanganan kekerasan di lingkungan kampus.
Beliau membedah langkah-langkah konkret dalam pengaduan, verifikasi kasus, pendampingan, hingga mekanisme rujukan layanan medis maupun hukum yang aman bagi korban.Sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan simulasi studi kasus.
Para peserta yang terdiri dari unsur dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam Satgas PPKS tampak antusias berdiskusi mengenai tantangan nyata di lapangan.
Melalui kegiatan ini, IAIN SAS Babel berharap Satgas PPKS semakin siap, sigap, dan responsif dalam mewujudkan iklim kampus yang zero-tolerance terhadap segala bentuk kekerasan, demi terciptanya generasi penerus unggul yang berkarakter.(*)

