Seminar Kebudayaan Bangka Belitung 2026: "Strategi Pendidik Muda dalam Menjaga Nilai Tradisi Melayu di Era Digital"

Bangka,25/9/2026. Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung telah sukses menyelenggarakan agenda Seminar Kebudayaan Bangka Belitung 2026 yang mengusung tema "Strategi Pendidik Muda dalam Menjaga Nilai Tradisi Melayu di Era Digital". Pada hari Jumat, tanggal 25 September 2026

Kegiatan akademis dan kebudayaan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Tarbiyah, Dr. Febrino, S.Pd.I., M.A. P pengurus DEMA Fakultas Tarbiyah, serta mahasiswa/i fakultas tarbiyah terkhusus angkatan 26.Rangkaian acara diawali dengan laporan dari Ketua Pelaksana, Muhammad Alfaresy.

Dalam laporannya, beliau menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara. Muhammad Alfaresy menegaskan bahwa seminar ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda rutin organisasi, melainkan sebagai wadah refleksi kritis bagi mahasiswa Tarbiyah agar mampu membentengi kearifan lokal Melayu Bangka Belitung di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan zaman.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Tarbiyah, Dr. Febrino, S.Pd.I., M.A., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, beliau mengapresiasi setinggi-tingginya inisiatif DEMA Fakultas Tarbiyah yang peka terhadap isu kebudayaan.

Dr. Febrino menekankan pentingnya integrasi antara nilai-nilai keagamaan, tradisi lokal Melayu Bangka Belitung, dan kemajuan teknologi. Beliau berpesan agar era digital tidak dijadikan alasan lunturnya budaya, melainkan dijadikan sebagai alat dan sarana efektif untuk memperluas jangkauan edukasi kebudayaan kepada masyarakat luas.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum DEMA Fakultas Tarbiyah Eni Nuraini menyampaikan bahwa DEMA Fakultas Tarbiyah berkomitmen untuk terus menghadirkan program kerja yang berdampak nyata pada pembentukan karakter mahasiswa.

Dalam pandangannya, mahasiswa Tarbiyah sebagai calon pendidik masa depan memiliki tanggung jawab ganda, yaitu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa sedikit pun melupakan identitas serta akar budaya daerah yang menjadi ciri khas Bangka Belitung.

Memasuki sesi pemaparan materi utama, hadir narasumber terkemuka Dato' Dr. Akhmad Elvian, DPMP., CECH., CIRBC. Dalam pemaparannya yang komprehensif dan inspiratif, beliau mengupas tuntas realita tantangan pelestarian tradisi lokal di era peradaban digital. Beliau menguraikan bahwa budaya lokal Bangka Belitung kaya akan nilai-nilai filosofis Melayu yang sangat relevan dengan pendidikan karakter.

Dato' Dr. Akhmad Elvian mendorong para generasi muda dan calon pendidik untuk memanfaatkan media sosial, platforms digital, serta konten-konten kreatif berbasis teknologi sebagai media konservasi, sehingga nilai-nilai tradisi dapat terus hidup dan diminati oleh generasi penerus.Sesi pemaparan materi disusul dengan diskusi interaktif dan tanya jawab yang berlangsung sangat dinamis yang dipandu oleh moderator Novi Bunga Lestari .

Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk berdialog langsung mengenai strategi konkret penerapan budaya lokal dalam dunia pendidikan modern. Kegiatan ini kemudian ditutup secara resmi dengan penyerahan sertifikat penghargaannya kepada narasumber, dilanjutkan dengan doa bersama serta sesi foto bersama seluruh peserta dan panitia.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, disimpulkan bahwa pendidik muda Fakultas Tarbiyah memegang peranan kunci sebagai garda terdepan dalam merawat identitas budaya daerah, di mana teknologi digital harus dimanfaatkan secara bijak, inovatif, dan berkesinambungan sebagai sarana pelestarian tradisi khususnya Melayu Bangka Belitung.(*)

Bagikan ini: