
Cianjur, 6 Agustus 2026 — KKN SISDAMAS Kelompok 118 Desa Sindangsari yang melibatkan mahasiswa dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyelenggarakan sosialisasi anti-bullying bertema “Tebar Kebaikan, Hentikan Perundungan” pada Kamis, 6 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB. Kegiatan berlangsung di SD Negeri 1 Sindangsari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan ditujukan untuk siswa kelas 6A dan 6B yang berjumlah 78 orang.
Acara dibuka oleh MC Alya Rahma dengan sesi ice breaking yang mengajak siswa membedakan antara candaan yang sehat dan perilaku bullying, sehingga anak-anak lebih peka terhadap batas-batas interaksi sosial.
Sebagai pemateri utama, Amanda Putri Dwirani memaparkan pengertian bullying, bentuk-bentuknya (fisik, verbal, sosial, dan cyber bullying), serta dampak dari bullying.
Amanda juga memaparkan langkah-langkah yang dapat diambil jika menjadi korban atau saksi, seperti melapor kepada guru atau orang tua, mencari dukungan teman, mencatat kejadian, dan memanfaatkan penanganan di sekolah.
Untuk menumbuhkan keterlibatan aktif, panitia membagi peserta ke dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh 11 fasilitator—Apriyani, Vera, Anindya, Azalea, Reva, Davina, Rivanza, Akmal, Rifqi, Hanif, dan Amanda.
Dalam kelompok-kelompok kecil, siswa saling bercerita tentang pengalaman bullying. Para fasilitator memberikan dukungan emosional dan saran, sehingga diskusi menjadi ruang aman untuk berbagi dan belajar.
Selanjutnya, sesi hipnoterapi yang dipandu Anindya Nasywa Hatimi menghadirkan momen emosional yang kuat, terlihat dari beberapa siswa tampak terharu hingga menangis karena tersentuh oleh proses relaksasi dan penguatan diri yang diberikan.
Dokumentasi dan pembuatan konten kegiatan ditangani oleh Nayla dan Hardi, yang menuntun proses pengambilan dokumentasi dan pembuatan konten di media sosial.
Sosialisasi ini selaras dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan menonjolkan kontribusi langsung pada sejumlah prioritas, yaitu mendukung SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) dengan meningkatkan perlindungan kesehatan mental anak melalui sosialisasi anti-bullying, mendorong SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan kondusif.
Lalu, memperkuat SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat) lewat pembentukan budaya penyelesaian konflik secara damai dan penghormatan hak anak.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat keterampilan sosial, empati, dan komunikasi dua arah yang mendukung pencapaian SDG lain secara lintas-sektor.
Dengan kombinasi pendekatan dari penyampaian materi, diskusi, dan hipnoterapi, KKN SISDAMAS Kelompok 118 berharap bukan hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying, tetapi juga mengubah sikap dan praktik sehari-hari sehingga tercipta budaya sekolah yang lebih aman, suportif, dan saling menghormati.(*)
