
Padang, 8 Agustus 2026 – Direktur Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Prof. Dr. Irawan, M.S.I., menghadiri Forum Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (FORDIPAS) yang dirangkaikan dengan The 6th International Conference on Islam, Law and Society (INCOILS) 2026 di The ZHM Premiere Padang, Sumatera Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 tersebut menjadi forum strategis bagi para Direktur Pascasarjana PTKIN, akademisi, peneliti, serta pemikir dari berbagai negara untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan keilmuan Islam, hukum, masyarakat, pendidikan, serta berbagai persoalan kontemporer.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Forum Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (FORDIPAS) dan Program Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang penguatan jejaring dan kolaborasi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam di tingkat nasional maupun internasional.
Pembukaan INCOILS 2026 dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Martin Kustati, M.Pd., Ph.D., serta Ketua FORDIPAS, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd.Dalam rangkaian konferensi, para peserta mendapatkan berbagai perspektif akademik mengenai hubungan Islam, hukum, ilmu pengetahuan, dan kehidupan masyarakat.
Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah pentingnya pengembangan keilmuan Islam yang mampu merespons tantangan global secara kritis, inklusif, dan berkelanjutan.
Penguatan Nilai Spiritual dalam Pengembangan KeilmuanSelain isu integrasi keilmuan, konferensi juga mengangkat persoalan ekologis dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan. Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.S., dalam paparannya menjelaskan bahwa krisis ekologis tidak cukup diatasi melalui teknologi dan kebijakan, tetapi juga membutuhkan perubahan cara pandang manusia terhadap alam.
Ia mengembangkan gagasan pemikir Islam kontemporer Seyyed Hossein Nasr mengenai alam sebagai bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Menurutnya, kerusakan lingkungan tidak terlepas dari cara pandang manusia yang menempatkan alam hanya sebagai objek eksploitasi.
Pesan tersebut menjadi salah satu refleksi penting dalam konferensi, bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan nilai spiritual, etika, dan tanggung jawab manusia terhadap kehidupan.
Pada rangkaian kegiatan malam hari yang berlangsung di rumah dinas Gubernur Sumatera Barat, turut hadir sejumlah narasumber, antara lain Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah secara daring, Prof. Jiwon Suh dari Korea Selatan, serta Dr. Yahya Jahan Giri dari Kedutaan Besar Republik Islam Iran.
Menjadi Momentum Penguatan Pascasarjana PTKIN Keikutsertaan Direktur Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung dalam FORDIPAS dan INCOILS 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat jejaring Pascasarjana IAIN SAS Babel dengan berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia dan mitra internasional.
Forum ini juga memberikan berbagai gagasan strategis bagi pengembangan Pascasarjana, khususnya dalam memperkuat integrasi keilmuan, meningkatkan kualitas riset dan publikasi, serta membangun kolaborasi akademik yang lebih luas.“Kegiatan ini menjadi momen penting untuk membangun jaringan untuk mengembangkan Tridharma perguruan tinggi di prodi-prodi yang ada di Pascasarjana IAIN SAS Babel”, imbuh Irawan.
Salah satu pesan reflektif yang mengemuka dalam forum berkaitan dengan amanah dalam menjalankan jabatan. Jabatan diibaratkan seperti tukang parkir yang sewaktu-waktu harus menyerahkan kendaraan kepada pemiliknya karena kendaraan tersebut bukan miliknya, melainkan hanya titipan.
Demikian pula dengan jabatan, harta, dan berbagai amanah kehidupan yang pada hakikatnya merupakan titipan Allah SWT.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para pimpinan perguruan tinggi agar senantiasa menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan kesadaran bahwa setiap jabatan pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan.
Melalui forum FORDIPAS dan INCOILS 2026, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antar-Pascasarjana PTKIN serta lahir gagasan-gagasan akademik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat di tingkat nasional maupun global.(*)


