
Tanjung Labu, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan— Dalam upaya mendorong kesadaran generasi muda akan pentingnya mengenali potensi diri sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Tanjung Labu 2026 sukses menggelar seminar edukatif bertajuk “Menggali Potensi, Membangun Masa Depan”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di SMPN 1 Lepar, dengan melibatkan para siswa sebagai peserta utama.Seminar ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Desa Tanjung Labu dalam memberikan edukasi sekaligus motivasi kepada generasi muda di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk lebih mengenal dirinya sendiri, memahami minat dan bakat yang dimiliki, serta menyadari bahwa setiap individu mempunyai potensi yang dapat dikembangkan untuk menjadi bekal dalam menentukan masa depan.Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang menandai dimulainya rangkaian seminar.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KKN Desa Tanjung Labu, Coki Adriansyah, yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme para siswa serta dukungan dari pihak sekolah terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN.
Dalam sambutannya, Ketua KKN turut menyampaikan bahwa mengenali potensi diri merupakan salah satu langkah awal bagi siswa dalam menentukan arah dan tujuan yang ingin dicapai. Masa sekolah merupakan waktu yang tepat bagi para siswa untuk mencoba berbagai hal positif, menemukan bidang yang disukai, dan mulai mengembangkan kemampuan yang dimiliki.Sambutan hangat juga disampaikan oleh Wakil Kepala SMPN 1 Lepar, Ibu Nur Indah, S.Pd.
Beliau menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan kegiatan edukatif bagi para siswa. Seminar tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi dan pengalaman baru bagi siswa agar semakin bersemangat dalam belajar, mengenali kemampuan diri, serta berani memiliki cita-cita dan merencanakan masa depan.
Memasuki sesi inti, seminar diisi dengan pemaparan materi mengenai pengembangan potensi diri yang disampaikan oleh Nadine R. F. sebagai pemateri. Materi dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa serta diselingi dengan interaksi agar peserta dapat mengikuti kegiatan dengan lebih aktif.Materi pertama membahas mengenai pengertian minat dan bakat.
Pada sesi ini, siswa diberikan pemahaman mengenai perbedaan antara minat dan bakat serta bagaimana keduanya dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari. Minat dapat terlihat dari hal-hal yang disukai atau membuat seseorang merasa tertarik untuk melakukannya, sementara bakat merupakan kemampuan atau potensi tertentu yang dapat terus diasah dan dikembangkan.Para siswa juga diajak untuk melihat bahwa setiap orang memiliki potensi yang berbeda.
Tidak semua kemampuan harus berada dalam bidang akademik. Potensi seseorang dapat muncul dalam berbagai bidang, seperti seni, olahraga, komunikasi, kepemimpinan, teknologi, kreativitas, maupun bidang lainnya. Oleh karena itu, siswa didorong untuk tidak membandingkan dirinya dengan orang lain, melainkan berusaha menemukan kelebihan yang ada dalam dirinya sendiri.Materi kedua membahas mengenai pentingnya minat dan bakat dalam kehidupan.
Pada bagian ini, pemateri menjelaskan bahwa mengenali minat dan bakat sejak dini dapat membantu siswa dalam menentukan pilihan pendidikan, mengembangkan keterampilan, hingga mempertimbangkan arah karier di masa depan.
Dengan mengetahui bidang yang disukai dan kemampuan yang dimiliki, siswa diharapkan dapat lebih percaya diri dalam menentukan tujuan. Minat dan bakat yang dimiliki juga tidak cukup hanya diketahui, tetapi perlu dikembangkan melalui latihan, pengalaman, keberanian mencoba hal baru, dan kemauan untuk terus belajar.Selanjutnya, peserta diajak mengenal cerita sukses dari minat dan bakat.
Melalui berbagai contoh inspiratif, siswa diberikan gambaran bahwa kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang. Seseorang yang berhasil bukan hanya karena memiliki bakat, tetapi juga karena mampu mengembangkan bakat tersebut secara konsisten, berani menghadapi kegagalan, dan tidak berhenti belajar.
Sesi ini menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian peserta karena memberikan perspektif bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih cita-cita masing-masing. Para siswa didorong untuk tidak merasa rendah diri terhadap kemampuan yang dimiliki dan tidak takut untuk mencoba sesuatu yang baru.
Materi terakhir membahas mengenai pentingnya belajar. Pemateri menegaskan bahwa minat dan bakat harus didukung dengan pengetahuan serta proses belajar yang berkelanjutan.
Bakat tanpa latihan dan kemauan untuk belajar akan sulit berkembang secara maksimal. Oleh karena itu, siswa diingatkan agar tetap menjadikan belajar sebagai bagian penting dalam perjalanan mengembangkan potensi diri.
Belajar juga tidak hanya dilakukan melalui buku atau kegiatan di dalam kelas. Pengalaman, organisasi, kegiatan ekstrakurikuler, interaksi dengan orang lain, hingga mencoba berbagai aktivitas positif juga dapat menjadi bagian dari proses belajar.
Dengan demikian, siswa memiliki ruang yang lebih luas untuk menemukan kemampuan dan potensi yang ada dalam dirinya.Agar kegiatan tidak hanya berisi penyampaian materi, seminar kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing dan tanya jawab.
Para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun berbagi pengalaman mengenai minat, hobi, kemampuan, serta cita-cita yang mereka miliki. Sesi ini membuat suasana seminar menjadi lebih interaktif karena siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi turut terlibat dalam pembahasan.Salah satu kegiatan yang menjadi bagian menarik dalam seminar adalah sesi praktikal bertajuk “Peta Potensiku”.
Dalam sesi ini, siswa diajak untuk melakukan refleksi sederhana mengenai dirinya sendiri dengan memetakan berbagai hal yang disukai, bidang yang dianggap dikuasai, serta minat atau hobi yang ingin dikembangkan.Melalui kegiatan tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk menuangkan potensi dan minat mereka dalam bentuk gambar. Para siswa menggambar bidang atau aktivitas yang mereka sukai kemudian mewarnainya menggunakan pensil warna.
Aktivitas ini tidak hanya menjadi sarana untuk mengenali diri, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan imajinasi mereka.Sesi “Peta Potensiku” berlangsung dengan suasana yang penuh antusiasme. Para siswa terlihat aktif mengerjakan tugas yang diberikan dan menuangkan berbagai ide sesuai dengan minat masing-masing. Ada yang menggambarkan hobi, cita-cita, maupun bidang yang ingin mereka tekuni di masa depan.
Melalui aktivitas sederhana tersebut, siswa diajak memahami bahwa mengenal diri sendiri dapat dimulai dari hal-hal kecil yang mereka sukai dalam kehidupan sehari-hari.Untuk mencairkan suasana sekaligus membangun keakraban antara mahasiswa KKN dan para peserta, panitia juga menghadirkan games interaktif.
Permainan yang diberikan dikemas secara menyenangkan sehingga para siswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih santai dan bersemangat. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti permainan serta interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran games juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana seminar yang tidak kaku. Selain memberikan hiburan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN untuk membangun kedekatan dengan siswa SMPN 1 Lepar sehingga tercipta suasana belajar yang lebih nyaman dan menyenangkan.Rangkaian kegiatan seminar kemudian ditutup secara resmi.
Sebelum meninggalkan lokasi, mahasiswa KKN Desa Tanjung Labu bersama pihak sekolah dan para siswa melakukan dokumentasi bersama sebagai bentuk kenang-kenangan atas terlaksananya kegiatan tersebut.
Melalui seminar “Menggali Potensi, Membangun Masa Depan”, mahasiswa KKN Desa Tanjung Labu 2026 berharap para siswa SMPN 1 Lepar dapat semakin percaya diri dalam mengenali kemampuan yang dimiliki.
Selain itu, siswa diharapkan mampu memelihara semangat belajar, berani mengembangkan minat dan bakat, serta tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa masa depan tidak harus langsung ditentukan dalam satu waktu.
Setiap siswa memiliki proses dan perjalanan masing-masing. Yang terpenting adalah berani mengenali diri, mencoba berbagai hal positif, terus belajar, dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Pada akhirnya, potensi yang dimiliki setiap siswa merupakan sebuah kesempatan yang dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan.
Dengan dukungan lingkungan sekolah, keluarga, serta masyarakat, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Dari mengenal diri, lahir keberanian. Dari keberanian untuk mencoba, tumbuh potensi. Dan dari potensi yang terus dikembangkan, lahirlah masa depan yang lebih cerah.(*)


