
Batu Betumpang, 10 Agustus. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddiq Bangka Belitung Tahun 2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan stunting dengan mengusung tema “Bersama Cegah Stunting: Sinergi Keluarga, Psikologi, dan Kesehatan untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia.”Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN kepada masyarakat melalui pemberian edukasi mengenai pentingnya pencegahan stunting.
Pembahasan tidak hanya diarahkan pada persoalan gizi, tetapi juga mencakup pola pengasuhan, kesehatan mental orang tua, serta pemantauan tumbuh kembang anak.Kegiatan tersebut dihadiri oleh peserta seperti ibu hamil, ibu menyusui dan ibu yang mempunyai balita, pemerintah desa, kader Posyandu, mahasiswa KKN, serta para pemateri. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak terkait, kemudian dilanjutkan dengan pengisian kuesioner sebelum peserta mengikuti penyampaian materi.
Dalam susunan kegiatan, terdapat tiga sesi materi yang disampaikan secara berurutan oleh perwakilan mahasiswa KKN, kader Posyandu, dan Ibu Chitra Fraghini, M.Psi. selaku DPL.
Pada sesi pertama, Eni Nuraini selaku perwakilan kelompok mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai edukasi dan kampanye pola hidup sehat.
Materi tersebut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap kebiasaan hidup sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga.“Hidup sehat itu nggak harus mahal dan nggak harus ribet.
Kita bisa memulainya dari hal-hal yang paling sederhana, dari rumah kita sendiri. Mulai dari menjaga pola makan, rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, aktif bergerak, cukup istirahat, hingga menjaga kesehatan mental,” ujar Eni Nuraini.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ibu Chichilia selaku perwakilan Posyandu dengan pembahasan dari sisi kesehatan. Materi mencakup gizi, pemantauan tumbuh kembang, imunisasi, serta kesehatan ibu dan anak.
Melalui pembahasan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan ibu dan anak serta melakukan pemantauan secara rutin melalui layanan Posyandu.
“Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak periode 1000 Hari Pertama Kehidupan, yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada periode ini, pemenuhan nutrisi dan stimulasi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal,” ujar Ibu Chichilia S. gz.
Selanjutnya, materi ketiga disampaikan oleh Ibu Chitra Fraghini, M.Psi. dengan mengangkat aspek psikologi dalam pencegahan stunting. Materi yang diberikan membahas pengasuhan positif, kesehatan mental orang tua, dan stimulasi perkembangan anak.
Pembahasan tersebut melengkapi materi kesehatan sebelumnya dengan menyoroti peran keluarga dalam mendukung proses tumbuh kembang anak.“Orang tua tidak harus menjadi sempurna. Yang terpenting adalah mau hadir, mau belajar, memahami kebutuhan anak, serta membangun hubungan yang hangat dan aman. Karena anak yang sehat secara psikologis tumbuh dari lingkungan keluarga yang memberikan kasih sayang, rasa aman, batasan yang sehat, dan pengasuhan tanpa kekerasan,” ujar Ibu Chitra Fraghini, M.Psi.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan perhatian dari berbagai aspek. Pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan kesehatan perlu berjalan bersama dengan pola pengasuhan yang baik serta lingkungan keluarga yang mendukung perkembangan anak.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti setiap sesi materi dan pengisian kuesioner yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKN. Setelah seluruh materi selesai diberikan, peserta kembali mengisi kuesioner sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sebelum dilanjutkan dengan doa dan dokumentasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN IAIN SAS Babel berharap edukasi yang diberikan dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting sekaligus mendorong keterlibatan keluarga dalam menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mengajak masyarakat membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan stunting memerlukan sinergi antara keluarga, masyarakat, kader kesehatan, dan berbagai pihak terkait demi mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas.


