Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Moderasi Beragama IAIN SAS Babel Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 3 Lepar Pongok

Bangka Selatan, 18 Agustus 2026 — Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung berkolaborasi dengan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Program Sosialisasi Pencegahan Perilaku Bullying di SDN 3 Lepar Pongok, Desa Penutuk, Kecamatan Lepar.

Rangkaian kegiatan edukatif ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 30 Juli (hari ke-16 KKN) dan 6 Agustus 2026 (hari ke-23 KKN). Program ini menyasar seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 untuk menanamkan karakter rendah hati, saling menghargai, dan hidup rukun sejak dini.

Guna memastikan pesan tersampaikan dengan efektif, tim KKN menerapkan strategi penyampaian materi yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak melalui dua sesi terpisah yaitu Sesi pertama (Kelas 1–3): Berfokus pada pendekatan komunikatif berbasis permainan, lagu"Stop Bullying", dan praktik sederhana agar mudah dipahami oleh murid usia dini; Sesi kedua, (Kelas 4–6): Berfokus pada pemahaman yang lebih komprehensif terkait bentuk-bentuk bullying (fisik, verbal, sosial, hingga media sosial), faktor pemicu, dampak psikologis, serta langkah berani untuk melawan dan melaporkan tindakan perundungan.

Langkah inovatif yang dihadirkan mahasiswa tidak hanya berhenti pada penyampaian teori di depan kelas, melainkan dikemas secara interaktif melalui simulasi peran (roleplay). Melalui metode ini, para siswa diajak untuk merasakan secara langsung bagaimana rasanya berada di posisi korban perundungan, sekaligus dilatih untuk memiliki keberanian menjadi pembela (upstander) ketika melihat tindakan tidak menyenangkan di sekitar mereka.

Kehadiran lagu bernuansa ceria dan ikrar bersama juga menjadi sarana efektif yang membuat pesan-pesan moral tersebut tertanam kuat dalam memori emosional para siswa.Kegiatan ini secara tidak langsung juga membakar semangat para tenaga pendidik di SDN 3 Lepar Pongok untuk menciptakan sistem pengawasan yang lebih peka dan responsif.

Pihak sekolah berkomitmen untuk menindaklanjuti program ini dengan memperketat pemantauan di area-area rawan saat jam istirahat serta membuka ruang dialog yang lebih inklusif bagi murid.

Sinergi antara mahasiswa KKN dan tenaga pengajar ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan di Desa Penutuk yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga berlandaskan pada perlindungan hak dan kesehatan mental anak.

Melalui penanaman nilai-nilai moderasi beragama dan toleransi sejak usia sekolah dasar, program ini diharapkan dapat meninggalkan warisan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Bangka Selatan.

Sikap saling menyayangi dan menghargai perbedaan yang dipupuk sejak dini diyakini akan membentuk karakter generasi muda Desa Penutuk yang lebih berempati, tangguh, dan siap tumbuh menjadi agen perubahan positif di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas di masa depan. Inisiatif ini disambut hangat oleh pihak sekolah.

Kepala Sekolah SDN 3 Lepar Pongok, Cece Jamaludin, S.Pd.SD., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian para mahasiswa terhadap kesehatan mental dan perilaku siswa. Dalam sambutannya, ia mengimbau seluruh elemen sekolah untuk terus menjaga keharmonisan.

"Kami sangat berterima kasih dan bangga atas program sosialisasi ini. Ini menjadi pengingat penting bagi para siswa maupun guru untuk terus menjaga kerukunan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Cece Jamaludin, S.Pd.SD.

Melalui program kerja KKN Moderasi Beragama ini, mahasiswa berharap benih kebaikan dan sikap saling menyayangi yang telah ditanamkan dapat menciptakan budaya sekolah yang bebas dari perundungan serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Penutuk.(*)

Bagikan ini: