Tim PKM Dosen dan Mahasiswa IAIN SAS Babel Berikan Kontribusi Nyata Lestarikan Budaya Melayu Melalui Bimbingan Baca Tulis Arab Melayu di MTsN 1 Bangka Tengah

Belilik,30/10/2026. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik (IAIN SAS) Bangka Belitung yang terdiri dari kolaborasi dosen dan mahasiswa hadir membawa kontribusi nyata di MTsN 1 Bangka Tengah yang berlokasi di Belilik, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh Tim yang berjumlah 5 orang yang terdiri dari Muhammad Insan Jauhari M.Pd., Dr. Febrino, M.A., Karyono M.Pd.I., Salman Al Farisi, dan Wahyud Saputra. Fokus utama program pengabdian ini adalah memberikan Bimbingan Baca Tulis Arab Melayu kepada para siswa sebagai upaya pelestarian aksara dan budaya Melayu Bangka Belitung yang mulai tergerus zaman.

Adapun bentuk kontribusi nyata yang diberikan oleh Tim PKM IAIN SAS Babel meliputi tiga program utama, yaitu: pertama, sosialisasi urgensi pelestarian Arab Melayu bagi generasi muda; kedua, bimbingan intensif membaca dan menulis huruf Arab Melayu (Jawi) sesuai kaidah; dan ketiga, praktik langsung penulisan kata-kata sehari-hari seperti mata, kopi, sapu, meja, dan piring ke dalam tulisan Arab Melayu.

Kepala MTsN 1 Bangka Tengah, Bapak Permana M.Pd.I., menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kehadiran Tim PKM IAIN SAS Babel. Menurutnya, program ini sangat relevan dan membantu pihak madrasah dalam mendukung program literasi budaya dan karakter.

"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Tim PKM Dosen dan Mahasiswa dari IAIN SAS Babel. Bimbingan baca tulis Arab Melayu ini sangat bermanfaat bagi siswa kami untuk mengenal kembali jati diri budaya Melayu. Semoga kerjasama ini terus berlanjut," ujar Permana M.Pd.I.

Sementara itu, Ketua Tim PKM, Muhammad Insan Jauhari M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

"Kami ingin siswa tidak hanya pandai teknologi, tetapi juga tidak buta terhadap aksara nenek moyangnya sendiri. Melalui Arab Melayu, kita jaga identitas Melayu itu tetap hidup di lingkungan madrasah," ungkap Muhammad Insan Jauhari M.Pd.

Ditambahkan oleh anggota tim, Dr. Febrino, M.A., bahwa pelestarian Arab Melayu adalah tanggung jawab bersama."Arab Melayu bukan hanya sekadar tulisan, tetapi ia adalah identitas keislaman dan kemelayuan kita. Jika tidak kita ajarkan sejak di bangku MTsN, maka warisan berharga ini bisa hilang. Ini adalah investasi budaya untuk jangka panjang," jelas Dr. Febrino, M.A.

Dengan adanya program PKM kolaborasi dosen dan mahasiswa ini, diharapkan siswa MTsN 1 Bangka Tengah mampu membaca, menulis, serta mencintai tulisan Arab Melayu sebagai warisan budaya Islam Melayu di Bangka Belitung.(*)

Bagikan ini: