DEMA IAIN SAS Suarakan Semangat Kepemudaan Lewat Talkshow “Menjadi Pemuda di Tengah Ketidakpastian Zaman”

Bangka,30/10/2026. Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) I IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung bersama mahasiswa menyelenggarakan kegiatan Talkshow Pemuda dengan mengangkat tema “Menjadi Pemuda di Tengah Ketidakpastian Zaman.”bertemapt di Aula Gedung Terpadu,Kamis,29/10/2026.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi, refleksi, dan berbagi pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami peran serta tanggung jawab pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Kali ini di hadirkan oleh Pengusaha muda sekaligus presiden club sepakbola Real Bahdad FC Saudara Baskara Malik dan Ketua DPM KM UBB 2026 Saudari Ninda .

Wakil Rektor III, Dr. Rada, M.Pd.I saat membuka acara menyampaikan "Kegiatan ini bagus untuk mahasiswa yang notabenenya adalah bagian dari pemuda itu sendiri, dialog terbuka menghadirkan tokoh sukses di usia muda. Beliau juga berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk pengembangan diri ke depannya"

Di tengah perubahan sosial yang semakin cepat, perkembangan teknologi, ketidakpastian masa depan, persaingan yang semakin ketat, serta berbagai persoalan bangsa, pemuda dituntut memiliki pemikiran kritis, wawasan yang luas, keberanian bersikap, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.Ujarnya

Talkshow ini tidak hanya menjadi wadah untuk bertukar gagasan, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan, mengemukakan keresahan, membangun kesadaran intelektual, serta memperkuat semangat solidaritas antar pemuda.

Melalui diskusi yang terbuka dan konstruktif, mahasiswa diajak melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang lebih luas, mendalam, dan objektif.Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa memiliki tanggung jawab besar untuk tidak sekadar menjadi penonton perubahan, melainkan turut mengambil peran dalam menciptakan perubahan yang lebih baik.

Pemuda harus mampu menjadi pelopor, penggerak, dan penyambung aspirasi masyarakat. Selain itu, pemuda juga diharapkan mampu menghadirkan gagasan-gagasan baru yang solutif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Di tengah ketidakpastian zaman, pemuda tidak boleh hanya diam menyaksikan perubahan. Mahasiswa harus mampu membaca realitas, mengkritisi ketidakadilan, dan berani menyuarakan kebenaran. Sebab, menjadi pemuda bukan hanya tentang usia, tetapi tentang kesadaran, keberanian, dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Kita tidak membutuhkan pemuda yang hanya pandai berbicara, tetapi pemuda yang mampu membuktikan gagasannya melalui tindakan nyata. Kita tidak membutuhkan mahasiswa yang sekadar hadir di ruang diskusi, tetapi mahasiswa yang mampu membawa hasil diskusi menjadi gerakan dan perubahan. Sebab, ilmu tanpa tindakan akan kehilangan daya pengaruhnya, sedangkan kritik tanpa solusi berisiko berhenti sebagai suara tanpa arah.

Di tengah ketidakpastian yang ada, pemuda tidak boleh kehilangan arah, semangat, dan harapan. Ketidakpastian bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi, takut melangkah, atau menyerah pada keadaan.

Justru, ketidakpastian harus menjadi dorongan untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Melalui kegiatan ini, DEMA I IAIN SAS Babel berharap mahasiswa mampu memaknai ketidakpastian bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai tantangan dan peluang untuk berkembang. Mahasiswa diharapkan mampu menjaga idealisme, mengembangkan kapasitas diri, memperkuat karakter, meningkatkan kepedulian sosial, serta berani menyuarakan kebenaran dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial.Pemuda juga harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak.

Teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media untuk belajar, berkarya, menyebarkan informasi positif, membangun jaringan, dan menyampaikan gagasan kepada masyarakat. Dengan kemampuan tersebut, pemuda dapat menjadi bagian penting dalam menghadirkan perubahan yang berdampak dan berkelanjutan.Namun, idealisme pemuda tidak boleh berhenti sebagai slogan, dan keberanian mahasiswa tidak boleh hanya terlihat dalam forum diskusi. Idealisme harus diwujudkan melalui sikap, konsistensi, dan keberpihakan terhadap nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Mahasiswa perlu berani mempertanyakan keadaan yang tidak sesuai dengan prinsip keadilan, tanpa kehilangan etika dan tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat.Diam bukan selalu berarti netral, dan bergerak bukan sekadar tentang melangkah. Pemuda harus memiliki arah, mahasiswa harus memiliki keberpihakan, dan setiap gerakan harus memiliki tujuan.

Perubahan tidak lahir hanya dari banyaknya kata-kata yang diucapkan, tetapi dari keberanian untuk memulai, kesediaan untuk bekerja sama, dan konsistensi dalam memperjuangkan hal-hal yang diyakini benar.

Pada akhirnya, menjadi pemuda di tengah ketidakpastian zaman berarti berani melangkah meskipun masa depan belum sepenuhnya terlihat. Menjadi pemuda berarti berani bermimpi, berani berpikir, berani bersuara, dan berani bertindak.

Sebab, masa depan tidak hanya ditunggu, tetapi juga dipersiapkan, diperjuangkan, dan diwujudkan melalui pemikiran, tindakan, kerja keras, serta keberanian untuk mengambil peran.

Pemuda harus terus bergerak, terus belajar, terus berkarya, dan terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi bagian dari perubahan besar di masa yang akan datang.Pemuda bukan sekadar harapan masa depan, melainkan kekuatan yang menentukan arah perubahan hari ini.

Karena masa depan bangsa tidak cukup diserahkan kepada harapan, tetapi harus diperjuangkan melalui kesadaran, keberanian, dan tindakan nyata.(*)

Bagikan ini: