Peneliti IAIN SAS Babel Temui Ustaz Abdul Somad, Dalami Tradisi Panen Masyarakat Melayu di Pulau Birandang

Kampar – Dalam upaya memperkuat kajian tentang tradisi panen masyarakat Melayu, tim peneliti IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang terdiri atas Al Fakhri Zakirman, MA dan H. Musa, M.Kom.I, melakukan silaturahmi dan diskusi ilmiah dengan Abdul Somad pada Senin (27/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung di kediaman Ustaz Abdul Somad tersebut turut dihadiri oleh Ustaz Hendri, anggota tim UAS yang juga berasal dari Kampar.Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian mengenai Tradisi Maaghak Suwek, tradisi panen masyarakat Melayu yang masih dilestarikan di Desa Pulau Birandang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Penelitian tersebut bertujuan mengungkap nilai-nilai budaya, sosial, dan keislaman yang hidup dalam tradisi masyarakat, sekaligus mendokumentasikannya sebagai khazanah budaya Melayu.Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, tim peneliti memaparkan fokus penelitian yang sedang dilaksanakan serta perkembangan data lapangan yang telah diperoleh.

Berbagai pandangan mengenai hubungan antara adat Melayu dan nilai-nilai Islam menjadi topik utama pembahasan. Tradisi panen dipandang tidak hanya sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. atas hasil pertanian, tetapi juga sebagai media mempererat ukhuwah, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga kelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Pada kesempatan tersebut, Ustaz Abdul Somad memberikan berbagai masukan terkait pendekatan penelitian, sekaligus menyampaikan informasi mengenai sejumlah tokoh adat, tokoh agama, dan sesepuh masyarakat yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai sejarah dan perkembangan Tradisi Maaghak Suwek.

Sementara itu, Ustaz Hendri turut memberikan informasi mengenai narasumber yang dapat dihubungi untuk melengkapi data penelitian sehingga hasil kajian memiliki landasan empiris yang lebih kuat.

Menurut Kepala Desa Pulau Birandang, Tomas Renaldo, Tradisi Maaghak Suwek merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki keunikan tersendiri dan terus dipertahankan oleh masyarakat hingga saat ini.

Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi awal yang akan didalami lebih lanjut melalui wawancara mendalam dengan para tokoh masyarakat serta observasi lapangan.

Al Fakhri Zakirman menyampaikan bahwa penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan kajian budaya Melayu dan hukum Islam, khususnya dalam melihat hubungan harmonis antara tradisi lokal dengan nilai-nilai keislaman.

Selain itu, hasil penelitian juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi upaya pelestarian budaya lokal dan pengembangan potensi desa berbasis kearifan lokal.

Melalui kolaborasi dengan tokoh agama, pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat setempat, penelitian ini diharapkan menghasilkan kajian yang komprehensif mengenai tradisi panen masyarakat Melayu.

Dokumentasi ilmiah terhadap Tradisi Maaghak Suwek diharapkan dapat memperkaya literatur akademik sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Melayu agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.(*)

Bagikan ini: