
BANGKA — Program Studi Psikologi Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) menggelar kegiatan Bimbingan Karir Pasca Studi sebagai upaya mempersiapkan calon wisudawan menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pembekalan mengenai personal branding dan kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga membuka wawasan calon lulusan mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Wakil Dekan FDKI, Dr. Noblana Adib, M.A., yang membagikan pengalaman, motivasi, serta strategi mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi, khususnya melalui berbagai peluang beasiswa pendidikan.
Dalam pemaparannya, Noblana menegaskan bahwa keberhasilan melanjutkan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga membutuhkan kemauan yang kuat, kegigihan, keterampilan, serta kemampuan berbahasa asing.
“Untuk melanjutkan studi, hal pertama yang harus dimiliki adalah kemauan. Kemudian kegigihan, keterampilan, dan kemampuan bahasa. Bagi saya, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu poin penting apabila ingin melanjutkan pendidikan, terlebih ke luar negeri,” ujar Noblana.
Sebagai akademisi yang memiliki pengalaman menempuh pendidikan di Leiden, Belanda, Noblana turut membagikan pengalamannya dalam membangun kesiapan akademik dan menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan di luar negeri.
Menurutnya, kemampuan berbahasa asing bukan hanya menjadi persyaratan administratif dalam proses seleksi beasiswa, melainkan juga merupakan bekal penting untuk mengikuti perkuliahan, memahami literatur ilmiah, membangun komunikasi akademik, serta memperluas jejaring internasional.
Lebih lanjut, Noblana mengingatkan para calon lulusan agar mulai membangun kebiasaan belajar secara konsisten, meningkatkan keterampilan diri, dan memperluas jaringan dengan berbagai pihak yang memiliki pengalaman melanjutkan pendidikan.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak malu bertanya dan aktif mencari informasi dari para alumni maupun penerima beasiswa yang telah lebih dahulu berhasil melanjutkan studi.“Perbanyak jaringan, bangun kebiasaan belajar, dan jangan pernah malu bertanya.
Pelajari pengalaman serta jejak perjalanan orang-orang yang telah berhasil mendapatkan beasiswa. Dari pengalaman mereka, kita bisa belajar bagaimana mempersiapkan diri dan menghadapi proses seleksi,” ungkapnya.
Noblana menilai bahwa peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau S2 saat ini semakin terbuka. Berbagai program beasiswa, baik dari pemerintah maupun lembaga pendidikan dalam dan luar negeri, dapat menjadi kesempatan bagi lulusan untuk meningkatkan kompetensi dan mengembangkan kapasitas keilmuan.Namun, kesempatan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan dan kesungguhan individu dalam mempersiapkan diri sejak dini.
Ia menekankan bahwa keberhasilan memperoleh beasiswa bukan sekadar persoalan keberuntungan, melainkan juga hasil dari proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba.
“Kesempatan untuk melanjutkan studi S2 sekarang semakin terbuka dan informasinya dapat diakses kapan saja. Karena itu, jangan berhenti belajar dan jangan takut mencoba. Persiapkan diri, tingkatkan kemampuan, dan terus berjuang untuk meraih kesempatan tersebut,” pesannya.
Pada akhir penyampaian materi, Noblana memberikan motivasi kepada para calon wisudawan agar tidak membatasi cita-cita hanya sampai pada keberhasilan memperoleh gelar sarjana. Menurutnya, pendidikan merupakan proses sepanjang hayat yang harus terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas diri dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai sarana memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan perspektif baru yang kelak dapat dikontribusikan bagi kemajuan bangsa.
“Mari para alumni terus gigih, berjuang, dan berani melanjutkan studi, baik di dalam maupun luar negeri. Jika memiliki kesempatan belajar di luar negeri, manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ketika kembali ke tanah air, teruslah mengabdi dan berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa,” tegasnya.
Melalui kegiatan Bimbingan Karir Pasca Studi ini, Prodi Psikologi Islam IAIN SAS Babel berupaya membangun kesadaran bahwa keberhasilan lulusan tidak hanya diukur dari seberapa cepat mereka memperoleh pekerjaan, tetapi juga dari kemampuan mengembangkan potensi, meningkatkan kompetensi, dan mengambil peran positif di tengah masyarakat.
Pembekalan mengenai personal branding, kesiapan menghadapi dunia kerja, serta strategi melanjutkan pendidikan diharapkan menjadi modal penting bagi calon wisudawan dalam menentukan arah pengembangan karir dan masa depan akademiknya.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Prodi Psikologi Islam IAIN SAS Babel untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia profesional, tetapi juga memiliki semangat belajar sepanjang hayat, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dengan semangat “Siap Kerja, Siap Studi, Siap Mengabdi”, calon lulusan Psikologi Islam IAIN SAS Babel didorong untuk terus melangkah, mengembangkan diri, dan berani meraih kesempatan hingga ke tingkat internasional.(*)

