Hubungi humas

Mahasiswa Psikologi Islam IAIN SAS Babel Kunjungi Sakina Cookies, Amati Pengembangan UMKM Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Pangkalpinang, Selasa (19 / 05 / 2026) Mahasiswa Program Studi Psikologi Islam 6B IAIN SAS Bangka Belitung melaksanakan kunjungan lapangan ke usaha UMKM Sakina Cookies dalam rangka memenuhi tugas Mata Kuliah Pengembangan Masyarakat Islam pada Selasa pagi 19 Mei 2026, dimulai pukul 08. 00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengamati secara langsung proses pengembangan usaha masyarakat berbasis komunitas, strategi pemasaran, serta bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pelaku usaha lokal.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan wawancara langsung dengan pemilik usaha, Sophia atau yang akrab disapa Kak Sofi. Ia menjelaskan bahwa Sakina Cookies mulai dirintis sejak tahun 2020 pada masa pandemi Covid-19 dan awalnya hanya berupa usaha rumahan kecil dengan pesanan dari keluarga dan teman dekat. Nama usaha tersebut diambil dari nama ibunya, yaitu Sakinah, sementara resep kue yang digunakan merupakan resep turun-temurun dari keluarga.

Kak Sofi mengungkapkan bahwa usaha tersebut berkembang secara bertahap hingga kini memiliki rumah produksi dan toko baru yang direncanakan menjadi pusat penjualan berbagai jenis dessert serta kue premium. Produk yang ditawarkan antara lain nastar, kastengel, lidah kucing Nutella, florentin, brownies cheesy, hingga rencana pengembangan dessert modern seperti cheesecake dan salad dessert.

Dalam proses produksinya, Sakina Cookies menggunakan bahan-bahan premium seperti mentega Anchor dan Nutella. Sebagian besar bahan baku diperoleh secara online untuk mengurangi biaya produksi karena harga bahan di daerah dinilai lebih mahal. Namun demikian, kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan utama yang dihadapi usaha tersebut.

“Bahan-bahan kue sekarang pada naik melonjak semua. Kita bingung mau naikin harga tapi kasihan sama pelanggan,” ujar Kak Sofi.

Selain menghadapi kenaikan harga bahan baku, usaha ini juga mengalami tantangan pada proses produksi, khususnya untuk jenis kue yang mudah rapuh seperti lidah kucing. Meski demikian, pihak usaha tetap berupaya mempertahankan kualitas produk dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan.

Dalam bidang pemasaran, Sakina Cookies memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp dan Instagram sebagai sarana promosi utama. Selain itu, sistem reseller juga menjadi strategi penting dalam memperluas pasar hingga ke berbagai daerah di Bangka Belitung seperti Sungailiat, Toboali, dan Bangka Barat.

Mahasiswa juga memperoleh informasi terkait pengelolaan usaha dan omzet produksi. Pada hari biasa, produksi dilakukan sekitar dua kali dalam seminggu, sedangkan menjelang hari raya Idul Fitri jumlah produksi meningkat drastis hingga mencapai ratusan kilogram kue.

“Kalau Idul Fitri kemarin sudah sampai 500 kg,” jelas Kak Sofi.

Ia juga menjelaskan bahwa keuntungan usaha pada masa Idul Fitri dapat mencapai sekitar 30 - 40% dari modal produksi. Sementara pada hari biasa, penghasilan usaha berada pada kisaran setara UMR daerah setempat.

Dari sisi pemberdayaan masyarakat, Sakina Cookies melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja. Sebagian besar pekerja berasal dari lingkungan tetangga yang awalnya hanya membantu secara sukarela, kemudian berkembang menjadi karyawan tetap. Saat ini terdapat sekitar enam orang karyawan yang membantu proses produksi, khususnya pada masa-masa ramai pesanan.

Menariknya, beberapa mantan karyawan Sakina Cookies diketahui berhasil membuka usaha sendiri setelah memperoleh pengalaman bekerja di tempat tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tersebut tidak hanya memberikan lapangan pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana transfer keterampilan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain melakukan wawancara, mahasiswa juga diajak melihat langsung proses produksi kue serta sistem pengemasan produk di rumah produksi Sakina Cookies. Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme dari kedua belah pihak.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami penerapan pengembangan masyarakat Islam dalam bidang ekonomi kreatif, khususnya melalui pengembangan UMKM berbasis komunitas, pemanfaatan media digital, serta pemberdayaan masyarakat sekitar melalui usaha lokal.(*)

Bagikan ini: