
Jakarta,27/10/2026.Rektor Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel), Prof. Dr. H. Janawi, M.Ag., mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pencegahan Penyebaran Budaya Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer (LGBTQ)”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Komisi VIII DPR RI di Hotel Trembesi, BSD Serpong, Selasa (27/10/2026).
FGD ini turut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan yang menyampaikan pandangan mengenai isu tersebut dalam perspektif kebangsaan, hukum, dan pendidikan, antara lain Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Wakil Menteri Agama Romo Syafii , dan segenap jajaran.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan antar pemangku kepentingan dalam membahas berbagai pendekatan pencegahan penyebaran budaya LGBTQ, khususnya dalam konteks kehidupan beragama, pendidikan, serta penguatan nilai-nilai moral dan sosial di tengah masyarakat.
Sebagai pimpinan perguruan tinggi Islam, Rektor IAIN SAS Babel, Prof. Dr. H. Janawi, M.Ag., menyatakan dukungan penuh terhadap inisiasi dan langkah-langkah konstruktif yang dilakukan melalui forum ini.
Menurutnya, perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi pemikiran, memperkuat pendidikan keagamaan, serta membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai agama dan etika.
Ia juga menambahkan Perlu juga dimasukkan bahwa agama menjadi panduan hidup dan sekaligus mengajarkan tentang kemanusiaan. Memegang teguh esensi agama dan sekaligus merangkul esensi kemanusiaan. Kehadiran LGBTQ patut dicermati secara serius.
Dalam konteks keindonesian, kehadirannya harus disikapi dan perlu dikritisi. Masyarakat juga penting hadir dalam menyikapi hal ini.Ujar Rektor
Partisipasi Rektor dalam forum ini sekaligus menegaskan komitmen IAIN SAS Babel untuk terus mendukung upaya penguatan pendidikan Islam dan pembinaan moral masyarakat melalui pendekatan edukatif, dialogis, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Melalui FGD ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, lembaga legislatif, institusi pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat dalam merumuskan langkah-langkah yang konstruktif, proporsional, serta selaras dengan nilai-nilai agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kehadiran IAIN SAS Babel dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk mengambil peran aktif dalam diskursus kebijakan keagamaan dan sosial, sekaligus memperkuat kontribusi pendidikan tinggi Islam dalam membangun masyarakat yang berkarakter, beretika, dan menjunjung tinggi martabat setiap manusia.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Kepala Kanwil Kemenag se-Indonesia, serta jajaran pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenag RI.(*)
