Hubungi humas

Dekan FSEI IAIN SAS Babel Hadiri Rakernas AFEBIS 2026 di Yogyakarta, Perkuat Sinergi Pendidikan Ekonomi Syariah Nasional

Yogyakarta, 15 Juni 2026 — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS) tahun 2026 resmi digelar di Yogyakarta pada hari Minggu sampai selasa tanggal 14 sampai dengan 16 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung dengan tuan rumah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga ini dihadiri oleh puluhan pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, termasuk Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung, Dr. Hendra Cipta, M.S.I.

Rakernas AFEBIS 2026 mengusung semangat penguatan kolaborasi dan perumusan arah strategis pengembangan pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis Islam di tengah dinamika global yang terus berkembang. Ketua Umum AFEBIS, Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum ini merupakan ajang strategis bagi para pimpinan FEBI se-Indonesia untuk memperkuat sinergi sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan.

Peran Strategis AFEBIS dalam Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah

Prof. Misnen yang juga menjabat sebagai Dekan FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyampaikan bahwa perkembangan ekonomi dan bisnis Islam saat ini menunjukkan tren yang sangat positif dan semakin mendapatkan perhatian, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Berbagai program dan kebijakan strategis nasional, menurutnya, perlu diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan bisnis Islam sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Misnen mengungkapkan bahwa AFEBIS selama ini telah aktif memberikan masukan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, terutama terkait pengembangan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam serta pembukaan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah.

Kontribusi tersebut merupakan wujud komitmen AFEBIS dalam memastikan pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis Islam tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri.

Beliau juga menyoroti pesatnya perkembangan FEBI di berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Baik pertumbuhan jumlah program studi, peningkatan kualitas akademik, maupun semakin luasnya kontribusi FEBI dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat menjadi indikator semakin kuatnya posisi ekonomi dan bisnis Islam dalam lanskap pendidikan tinggi nasional.

Refleksi dan Tantangan Pendidikan Ekonomi Syariah

Rakernas kali ini juga menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc., Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang mengajak para pimpinan FEBI melakukan refleksi kritis terhadap perjalanan dan masa depan ekonomi syariah di Indonesia. Dalam pemaparannya, Prof. Anggito mengenang proses awal berdirinya FEBI UIN Sunan Kalijaga yang dimulai melalui pembahasan di tingkat senat universitas pada tahun 2011 dan terealisasi pada tahun 2012.

Prof. Anggito menegaskan bahwa berbagai kemajuan yang telah dicapai dalam pengembangan FEBI belum cukup untuk menjawab tantangan besar yang dihadapi ekonomi syariah nasional. Di tengah fakta bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, pangsa pasar keuangan syariah nasional masih relatif rendah. Aset perbankan syariah, misalnya, masih berada jauh di bawah dominasi sektor perbankan konvensional.

Kondisi serupa juga terlihat pada sektor industri halal, investasi syariah, dan berbagai instrumen ekonomi syariah lainnya yang belum berkembang sebanding dengan potensi pasar Muslim yang sangat besar.Selain itu, Prof. Anggito juga menyoroti pesatnya perkembangan inovasi keuangan digital dan aset kripto yang bergerak jauh lebih cepat dibandingkan kesiapan regulasi dan pengembangan instrumen syariah.

Menurutnya, perkembangan teknologi keuangan menghadirkan peluang sekaligus tantangan besar bagi ekonomi syariah. Jika tidak direspons secara cepat dan tepat, ekonomi syariah berisiko tertinggal dalam menghadapi transformasi sektor keuangan global yang berlangsung sangat dinamis.

Kesenjangan SDM dan Kebutuhan Industri

Dalam bidang pendidikan, Prof. Anggito menekankan masih adanya kesenjangan antara kebutuhan industri dengan pasokan sumber daya manusia yang dihasilkan oleh perguruan tinggi. Kebutuhan tenaga profesional di sektor ekonomi dan keuangan syariah terus meningkat, namun jumlah lulusan yang memiliki kompetensi dan kesiapan kerja yang sesuai masih terbatas.

Oleh karena itu, beliau mendorong seluruh FEBI untuk memperkuat kualitas akademik, meningkatkan program magang di lembaga keuangan syariah, serta membangun keterhubungan yang lebih erat dengan dunia industri agar lulusan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa perkembangan sektor keuangan bergerak sangat cepat mengikuti kebutuhan pasar. Berbagai produk dan inovasi baru terus bermunculan, sementara dunia pendidikan dan regulator sering kali membutuhkan waktu lebih panjang untuk melakukan penyesuaian.

Dalam konteks tersebut, pembaruan kurikulum, penguatan riset terapan, serta pengembangan standar dan tata kelola syariah harus menjadi agenda bersama yang terus diperjuangkan oleh perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan.

Komitmen FSEI IAIN SAS Babel dalam Penguatan Ekonomi Syariah

Kehadiran Dekan FSEI IAIN SAS Babel, Dr. Hendra Cipta, M.S.I, dalam Rakernas AFEBIS 2026 menunjukkan komitmen kuat institusi asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam turut serta memajukan pendidikan ekonomi dan bisnis Islam di tingkat nasional.

Sebagai salah satu fakultas ekonomi dan bisnis Islam yang terus berkembang di kawasan Sumatra, FSEI IAIN SAS Babel telah menunjukkan berbagai capaian akademik dan pengabdian yang signifikan.Dr. Hendra Cipta, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Dekan II FSEI IAIN SAS Babel, telah aktif dalam berbagai kegiatan akademik berskala nasional maupun internasional.

Pada tahun 2024, beliau bersama rombongan dosen FSEI IAIN SAS Babel melakukan visiting lecture internasional ke University of Geomatika Malaysia, di mana beliau memberikan materi perkuliahan tentang penyiapan paper berkualitas untuk publikasi di jurnal ilmiah terakreditasi dan bereputasi internasional.

Demikian juga pada tahun 2025, beliau juga pernah melakukan visiting lecture di Fatoni University Thailand.FSEI IAIN SAS Babel juga dikenal sebagai fakultas yang giat membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi lain, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Langkah-langkah strategis ini sejalan dengan semangat AFEBIS yang ingin memperkuat kapasitas kelembagaan dan mutu akademik melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi.

Harapan dan Arah ke Depan

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan pengurus AFEBIS bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam memajukan pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis Islam di Indonesia.

AFEBIS diharapkan mampu menjaga dan menghidupkan kembali semangat para pendiri (founding fathers) FEBI yang telah meletakkan fondasi pengembangan ekonomi dan bisnis Islam di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.Beliau juga menyoroti berbagai tantangan yang tengah dihadapi dunia ekonomi saat ini.

Dinamika geopolitik global, termasuk konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, serta percepatan transformasi digital telah membawa dampak signifikan terhadap sistem ekonomi dan dunia kerja. Di satu sisi, perkembangan teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi dan memperluas akses distribusi ekonomi melalui berbagai platform dan aplikasi.

Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga memunculkan fenomena eksklusi ekonomi yang menyebabkan sebagian pelaku usaha dan tenaga kerja konvensional menghadapi tekanan akibat perubahan model bisnis dan otomatisasi di berbagai sektor.

Menutup sambutannya, Rektor berharap AFEBIS di bawah kepemimpinan yang baru dapat terus menghadirkan inovasi dan penguatan kolaborasi, sehingga FEBI se-Indonesia semakin mampu melahirkan lulusan yang unggul, kompetitif, serta berkontribusi menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan ekonomi nasional maupun global.

Menuju Ekonomi Syariah yang Substansial

Prof. Anggito Abimanyu mengajak seluruh keluarga besar AFEBIS untuk bersama-sama mengakhiri berbagai paradoks yang masih terjadi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan jumlah penduduk Muslim maupun potensi pasar syariah. Hal yang dibutuhkan adalah penguatan ekosistem yang lebih serius, konsisten, dan berorientasi pada substansi.

Ia menegaskan bahwa ekonomi syariah tidak boleh berhenti pada aspek simbolik semata, melainkan harus mampu menghadirkan solusi nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta memperkuat daya saing ekonomi nasional di tingkat global.

Rakernas AFEBIS 2026 diharapkan mampu menghasilkan program kerja dan rekomendasi strategis yang memperkuat peran ekonomi dan bisnis Islam dalam pembangunan nasional sekaligus memperkokoh posisi FEBI sebagai motor penggerak pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. 

Kehadiran aktif Dekan FSEI IAIN SAS Babel, Dr. Hendra Cipta, M.S.I, dalam forum ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa perguruan tinggi Islam di berbagai daerah turut mengambil bagian dalam upaya besar memajukan ekonomi syariah nasional yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berdaya saing global.(*)

Bagikan ini: