
Bangka Tengah, 16 Juni 2026 — Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik (IAIN SAS) Bangka Belitung dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Harmonisasi Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran dengan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk Mewujudkan Perencanaan yang Terukur dan Akuntabel.
Kegiatan yang digawangi oleh Forum Perencana PTKIN ini berlangsung selama empat hari, Selasa hingga Jumat, 16–19 Juni 2026, bertempat di Soll Marina Hotel, Bangka Tengah.
Sebanyak 62 peserta yang merupakan para perencana dari berbagai PTKIN turut ambil bagian dalam forum strategis ini.Kegiatan secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, pada Selasa, 16 Juni 2026.
Sebelumnya, M. Arskal Salim, yang menjabat sebagai Penanggung Jawab Tim Task Force sekaligus Sekretaris Ditjen Pendis Kementerian Agama RI, menyampaikan sambutan dan memohon arahan dari Dirjen Pendis terkait langkah strategis perencanaan ke depan.
Mulai hari kedua dan selanjutnya, Rabu 17 Juni 2026, digelar FGD Perencanaan PTKIN Se-Sumatera dengan menghadirkan empat narasumber, yakni Danang Sulistya Hadi, S.T., M.M. selaku Ketua Tim Perencanaan Pendis, Abdul Wahid dari UIN Sultan Aji Muhammad Idris, Muhamad Muchlisin dari UIN Sunan Kudus, dan Yusuf Ismail dari UIN Salatiga.
Forum ini membahas sejumlah agenda penting yang dirancang untuk menyelaraskan sistem perencanaan di lingkungan PTKIN dengan kebijakan nasional.
Adapun materi yang dibahas meliputi:Arah Kebijakan Ditjen Pendidikan Islam 2025–2029, yang disampaikan langsung oleh Dirjen Pendis sebagai pijakan strategis seluruh peserta.
Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran (RSPP), membahas pembaruan menyeluruh terhadap mekanisme perencanaan yang lebih efektif dan efisien.Harmonisasi Renstra Ditjen Pendis dengan Struktur Kinerja PTKIN, sebagai upaya penyelarasan dokumen perencanaan institusi dengan arah kebijakan pusat.
Evaluasi Sistem Perencanaan dan Penganggaran PTKIN, termasuk sesi lanjutan yang mengkaji secara mendalam capaian dan kendala yang dihadapi masing-masing institusi.Reformulasi Struktur Output dan Indikator Kinerja PTKIN, guna memastikan setiap indikator kinerja mencerminkan capaian yang terukur dan relevan.
Dampak terhadap Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Penganggaran, menganalisis implikasi dari perubahan sistem terhadap dokumen resmi institusi.Penyusunan Draft Rekomendasi Nasional dan Finalisasi Rumusan serta Draft Kesepakatan, sebagai output konkret dari forum ini.Penyusunan Rekomendasi dan Pleno, yang menjadi sesi puncak sebelum kegiatan resmi ditutup.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi seluruh PTKIN untuk bergerak dalam satu arah yang sama — tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi benar-benar membangun budaya perencanaan yang berbasis data, berorientasi hasil, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Hasil rumusan dan rekomendasi nasional yang lahir dari forum ini akan menjadi dokumen hidup yang memandu langkah PTKIN dalam menavigasi kompleksitas perencanaan anggaran di tahun-tahun mendatang.(*)


