Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Mahasiswa IAIN SAS KKN Dusun Pulau Tinggi Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 4 Lepar Pongok

Pulau Tinggi, 7 Agustus 2026 — Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, mahasiswa KKN IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung dan UIN Sumatra Utara  di Dusun Pulau Tinggi melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SDN 4 Lepar Pongok, Dusun Pulau Tinggi, pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Kegiatan sosialisasi ini mengangkat tema “Stop Bullying: Mengenali, Mengatasi, dan Mencegah Perundungan”. Kegiatan ditujukan kepada para siswa sebagai upaya memberikan pemahaman sejak dini mengenai apa itu perundungan, bentuk-bentuk perundungan, dampak yang dapat ditimbulkan, serta bagaimana cara mencegah dan mengatasinya.Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan bahwa perundungan merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang terhadap seseorang yang dianggap lebih lemah atau rentan. Tindakan tersebut dapat bertujuan untuk menyakiti, mengintimidasi, maupun mempermalukan korban.

Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai beberapa jenis perundungan, yaitu perundungan fisik, verbal, dan sosial. Perundungan fisik dapat berupa memukul, menendang, atau mendorong. Sementara itu, perundungan verbal dapat berupa ejekan, kata-kata kasar, hinaan, dan pelecehan. Adapun perundungan sosial dapat dilakukan melalui penyebaran rumor, gosip yang tidak benar, maupun tindakan mengucilkan seseorang dari lingkungan pergaulan.

Selain mengenali bentuk-bentuk perundungan, siswa juga diajak memahami alasan mengapa perundungan dapat terjadi. Beberapa faktor yang dapat memengaruhinya antara lain kurangnya empati dan pemahaman terhadap orang lain, faktor keluarga atau lingkungan, perasaan frustrasi atau marah, serta pengaruh media dan budaya populer.

Materi sosialisasi juga menekankan bahwa perundungan bukanlah tindakan yang dapat dianggap sebagai candaan biasa. Perundungan dapat memberikan dampak terhadap korban, baik secara fisik, emosional maupun sosial. Bahkan, dampaknya dapat berlangsung dalam jangka panjang dan memengaruhi kehidupan korban hingga masa dewasa.

Para siswa kemudian diberikan pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi perundungan. Beberapa di antaranya adalah menghindari pelaku apabila memungkinkan, memberikan dukungan kepada teman yang menjadi korban, membangun rasa percaya diri dan keberanian, serta menyampaikan bahwa tindakan tersebut menyakiti dan tidak dapat dibenarkan..

Dalam mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah, siswa diajak untuk bersikap ramah kepada semua teman, menghargai perbedaan, mau berteman dengan siapa saja, menggunakan kata-kata yang sopan, dan tidak ikut mengejek teman.

Sikap sederhana tersebut diharapkan dapat membangun hubungan pertemanan yang sehat serta menciptakan suasana sekolah yang lebih aman dan menyenangkan.Kegiatan sosialisasi juga menekankan bahwa upaya mencegah perundungan bukan hanya menjadi tanggung jawab siswa. Orang tua, sekolah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman.

Orang tua perlu memberikan edukasi dan membangun komunikasi terbuka dengan anak, sekolah perlu menciptakan lingkungan yang aman serta mengajarkan empati dan sikap saling menghormati, sedangkan masyarakat dapat berperan melalui peningkatan kesadaran dan penciptaan lingkungan yang nyaman bagi semua.

Melalui kegiatan Sosialisasi Anti Bullying ini, mahasiswa KKN Dusun Pulau Tinggi berharap para siswa SDN 4 Lepar Pongok dapat lebih memahami pentingnya saling menghargai dan menjaga perasaan teman. Siswa juga diharapkan berani mengatakan “tidak” terhadap bullying serta tidak menjadi pelaku, korban, maupun orang yang hanya melihat dan membiarkan terjadinya perundungan.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki rasa empati, peduli terhadap sesama, dan mampu menciptakan lingkungan pergaulan yang positif.Stop Bullying! Mari saling menghargai, saling menyayangi, dan bersama-sama menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.(*)

Bagikan ini: