Doktor Darmiko Suhendra Sampaikan Orasi Ilmiah pada Wisuda ke - 24

avatar Tong Hari
Tong Hari

6 x dilihat
Doktor Darmiko Suhendra Sampaikan Orasi Ilmiah pada Wisuda ke - 24
Doktor Darmiko Suhendra Sampaikan Orasi Ilmiah pada Wisuda ke - 24

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Doktor Darmiko Suhendra, M.Ag memberikan Orasi Ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Magister ke 24 IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung di Bangka City Hotel Jln. Aleksander 1 depan Citra Botanical City Kelurahan Air Itam, Pangkal Pinang, Kep. Bangka Belitung. , Rabu (13/5/2026)

​Dalam orasinya yang bertajuk “" Dari Ilmu Menuju Barokah : Merawat Amanah Keilmuan dalam hukum Keluarga Islam sebagai Fondasi Estafet Kepemimpinan"”,

Dr.Darmiko Ilmu merupakan fondasi utama dalam peradaban manusia, terlebih dalam Islam yang menempatkan ilmu sebagai jalan menuju kemuliaan. Namun, dalam praktiknya, ilmu tidak hanya dipahami sebagai akumulasi pengetahuan (knowledge), tetapi juga sebagai sarana untuk meraih keberkahan (barokah).

"Keberkahan (barokah) secara bahasa berarti bertambahnya kebaikan. Dalam konteks ilmu, keberkahan tidak selalu diukur dari banyaknya informasi yang dikuasai, tetapi dari manfaat yang dihasilkan".Ujarnya

Lalu Darmiko Suhendra Dosen Prodi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Dalam konteks akademik, khususnya dalam bidang Hukum Keluarga Islam, integrasi ilmu dan keberkahan menjadi sangat penting. Ilmu hukum tidak hanya dipahami sebagai norma tekstual, tetapi juga sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan dan kemaslahatan.tegasnya di hadapan para wisudawan.

​Beliau juga menambahkan Secara garis besar bahwa amanah ilmu dalam Hukum Keluarga Islam terbagi empat, pertama, amanah ilmu dalam perkawinan,Kedua, amanah ilmu dalam perceraian,Ketiga, amanah ilmu dalam penetapan nasab anak, Keempat, amanah ilmu dalam nafkah dan tanggung jawab keluarga.

Di Akhir Orasi Ilmiah Ajakan ini menjadi penting untuk ditegaskan: bahwa ilmu adalah amanah, dan kepemimpinan adalah konsekuensinya. Maka, setiap individu yang berada dalam jalur keilmuan hendaknya mempersiapkan diri bukan hanya untuk mengetahui, tetapi juga untuk memimpin dengan penuh tanggung jawab.

Dengan demikian, estafet kepemimpinan tidak hanya berlangsung secara formal, tetapi juga substansial menghadirkan generasi yang mampu mengemban amanah ilmu demi keberlanjutan peradaban yang bermartabat dan berkeadilan.(*)